PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA
A.
PENGGUNAAN
SARANA DAN PRASARANA
Pada
makalah kelompok utama telah dijelaskan beberapa pengertian penggunaan saran
dan prasarana menurut Depdiknes dalam Barnawi & Arifin pada makalah halaman
3. Sedangkan menurut Maisyaroh, dkk (2004: 100) Penggunaan atau pemakaian sarana dan prasarana pendidikan
disekolah merupakan tanggungjawab kepala sekolah pada setiap jenjang
pendidikan. Untuk kelancaran kegiatan tersebut, bagi kepala sekolah yang
mempunyai wakil bidang sarana dan prasarana atau petugas yang berhubungan
dengan penanganan saran dan prasarana sekolah diberi tanggung jawab untuk
menyusun jadwal tersebut. Dalam penggunaan saran dan prasarana pendidikan
sebaiknya memperhatikan:
1. Penyusunan jadwal harus dihindari
benturan dengan kelompok lainnya
2. Hendaklah kegiatan-kegiatan pokok
sekolah merupakan prioritas utama
3. Waktu atau jadwal penggunaan
hendaknya diajukan pada awal tahun pelajaran
4. Penugasan atau penunjukan personil
sesuai dengan dengan keahlian pada
bidangnya
5. Penjadwalan dalam penggunaan sarana
dan prasarana sekolah, antar kegiatan intrakulikuler dengan ekstrakulikuler
harus jelas.
Penggunaan
sarana dan prasarana tetap harus diatur, agar tujuan dapat tercapai, maka
kepala sekolah sebagai manajer pendidikan memiliki kewajiban mengaturnya. Kondisi
sarana dan prasarana yang kuantitasnya melebihi jumlah penggunaan, penggunaan
sarana dan prasarana tidak banyak
menjadi masalah, yang menjadi masalah jika jumlah yang tersedia tidak sebanding
dengan jumlah penggunanya, maka pengaturan penggiliran dalam penggunaan harus
dilakukan
Ruang kelas ada
kalanya menggunakan sistem plot dan sistem tanpa plot, sistem plot ruangan
dapat mudah dikelola karena telah diperuntukkan untuk kelas tertentu, jadi
menetap terus di ruangan tersebut, biasanya di ruangan di beri label untuk identitas ini untuk yang menggunakan tertentu, jika mengacu dalam
penggunaan , biasanya menggunakan label yang mengacu daya guna ruangan tersebut.
Sistem non plot
yang menempati bisa berganti-ganti dalam penggunaan ruang, terkadang dalam satu
hari dalam satu ruang dapat berganti 3-4 kelas, jika sistem plot ini digunakan
maka label yang dipergunakan tidak terkhusus pada kelas melainkan identitas
ruang, dan menggunakan jadwal di setiap pintu ruangan agar pada saat ruang diperguanakan
tidak terjadi tubrukan antar kelas.
Antara dua
sistem tersebut , plot dan non plot, bisa dipadukan misalkan sistem plot yang mengacu ke
penggunaan, seprti laboratorium, ruang rapat, ruang olahraga, kesenian, dapat
dipadukan denagn sistem non plot. Bahwa ruangan tersebut telah diplotkan sesuai
dengan kegunaan (utilitas) tertentu,
Sarana dan prasarana
yang lainnya, yang berupa alat-alat elektronik, hendaknya diperhatikan dalam
penggunaan seperti yang tertera dalam manual. Tidak semua pengguna dapat
memahami petunjuk pengoprasian seperti yang tercantum dalam manual, sebaiknya
disederhanakan dengan rumusan langkah-langkah agar mudah dipahami oleh
pengguna, petunjuk penggunaan banyak yang berbahasa asing dan sekedar
menginformasikan dengan gambar-gambar.
Pengembangan
saran dan prasarana tidak bergerak seperti ruangan, selain tertuju pada
kuantitasnya juga tertuju pada aspek kegunaan atau utilitas dan aspek
asesorisnya. Aspek kuantitas mengacu pada upaya memperkecil ratio pengguna
dengan ruang yang ada. Aspek utilitas berkenaan dengan beragamnya kegunaan
ruangan. Aspek asesoris berkenaan dengan makin indahnya ruangan-ruangan yang
ada dalam pandangan dan kenyamanan ruang yang ada dalam perasaan orang-orang
yang mengunakan.
Ruangan-ruangan yang
ada di lembaga pendidikan lazimnya memang tidak sekali bangun, sekali jadi, dan
langsung sempurna. Sambil operasional pendidikan tetap berjalan, penyempurnaan
dapat terus-menerus. Administrator pendidikan harus terus punya obsesi untuk
makin menyempurnakan ruangan-ruangan yang telah ada, agar makin lama tidak
kumuh, melainkan makin beragam penggunaannya, dan nyaman ditempati. Membedakan
antara sekolah-sekolah yang baik dengan sekolah-sekolah yang konveksional
adalah senantiasa berkembangnya ruangan-ruangan
yang dimiliki, asesoris yang dimiliki ruangan, pada sekolah-sekolah yang
baik terus dikembangkan, agar makin menarik .
B.
PENGERTIAN
PEMELIHARAAN
Pada
makalah kelompok utama telah dijelaskan beberapa pengertian pemeliharaan saran
dan prasarana menurut Indrawan pada makalah halaman 5.
Sedangkan
dalam makalah kelompok pembanding menurut Minarti, Sri (2011:268) Pemeliharaan
sarana dan prasarana pendidikan di sekolah adalah sebuah kegiatan untuk
melaksanakan pengurusan dan pengturan agar semua sarana dan prasarana selalu
dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil
guna dalam mencapai tujuan pendidikan. Pemelihraan ini merupakan kegiatan
penjagaan atau pencegahan dari kerusakan suatu barang sehingga barang tersebut
kondisinya baik dan siap digunakan. Pemelihraan ini dilakukan muali dari
pemakaiana barang, yaitu dengan cara berhati-hati dalam penggunaannya. Untuk
barang yangbsersifat khusus dapat dilakukan oleh petugas yang mempunyaikeahlian
sesuai dengan jenis barangnya. Dalam
Maisyaroh, dkk (2004:101) pemeliharaan ini dimaksudkan untuk mngkondisikan
sarana dan prasarana tersebut senantiasa tidak mengalami trouble ketika sedang digunakan. Sebab jika saran dan prasaran ini
mengalami trouble maka akan
menghambat jalannya proses pembelajaran. Oleh karena itu pemeliharaan saran dan
prasarana harus dilakukan secara terus menerus secara sistematis.
Menurut
Ary H Gunawan dalam Minarti, Sri (2011: 269) menyatakan bahwa agar setiap
barang yang dimiliki senantiasa dapat digunakan dengan lancar tanpa menimbulkan
gangguan/hambatan. Perawatan atau pemeliharaan adalah kegiatan rutin untuk
mngusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik dan berfungsi baik pula. Oleh
sebab itu, jika didefinisikan, tujuan dalam pemeliharaan sarana dan prasarana
pendidikan adalah sebagai berikut:
1. Untuk
mengoptimalkan usia pakai peralatan. Hal ini sangat penting, terutama jika
dilihat dari aspek biaya karena untuk membeli suatu peralatan akan jauh lebih
mahal jika dibandingkan dengan merawat bagian dari peralatn tersebut.
2. Untuk
menjamin kesiapan operasional peralatan untuk mendukung kelancaran pekerjaan
sehingga diperoleh hasil yang optimal.
3. Untuk
menjamin ketersediaan peralatan yang diperlukan melalui pengecekan secara utin
dan teratur.
4. Untuk
menjamin keselamatan orang atau sisiwa yang menggunakan alat tersebut.
Dalam
makalah utama dijelaskan bahwa macam-macam pemeliharaan menurut Indrawan pada
makalah halaman 6, sedangkan Menurut Faizah, Nur (2014: 31) macam-macam
pmeliharaan sarana dan prasarana terdiri dari 5 macam, yaitu:
1.
Pemeliharaan darurat,
yaitu pemeliharaan tidak terencana. Pemeliharaan ini dilakukan karena telah
mengabaikan pemeliharaan pencegahan. Misalnya genteng sekolah yang tidak pernah
diperbaiki dan dibiarkan vocor, saat tiba-tiba hujan datang maka akan
membanjiri ruanganan. Akibatnya ruangan tidakdapat dipakai, sehingga harus
diperbaiki secara mendadakkarena kalau tidak diperbaiki, maka akan merusak
benda yang lainnya.
2. Pemeliharaan
korektif, yaitu pemelihraan yang dilakkan sesuai dengan usia alat. Contonya:
suatu alat hanya dapat digunakan selama 2 tahun.ketika usia pemakaian alat
tersebut sudah habis atau lebih dari waktunya, maka alat tersebut harus
diperbaharui.
3. Pemeliharaan
pencegahan, yaitu pemeliharaan terencana. Artinya pemeliharaan yang dilakukan
sudah direncanakan sebelumnya dan biasanya bersifat terjadwal.
4. Perawatan
yang dilakukan berkala dan terus menerus
5. Penggantian
ringan yang dilakukan karena ada kerusakan kecil.
Sedangkan
menurut Maisyaroh, dkk (2004: 91)
ada beberapa macam pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah
ditinjau dari sifat maupun waktu.
1. Ditinjau
dari sifatnya ada empat macam ini cocokdigunakan untuk pemeliharaan mesin
a. Pemeliharaan
perlengkapan yang bersifat pengecekan
b.
Pemeliharaan yang bersifat pengecegahan
c.
Pemeliharaan yang bersifat perbaikan ringan
d.
Perbaikan berat
2. Ditinjau
dari waktu pemeliharaannya ada dua macam pemeliharaan sarana dan prasarana
pendidikan di sekolah.
3. Pemeliharaan
sehari-hari. Seperti, menyapu, mengepel lantai, membersikan pintu.
4. Pemeliharaan
berkala, misalnya pengontrolan genting, pengapuran tembok.
Pada
umumnya sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki sekolah memerlukan
pemeliharaan sehari-hari dan berkala. Satu contohnya adalah pemeliharaan
instalasi listrik. Pemeliharaan sehari-hari dan berkalanya sebagai berikut.
a. Pemeliharaan
sehari-hari
1) Pemakaian
aliran harus diperhatikan. Pada siag hari dalam ruangan yang cukup terang lampu
yang tidak memerlukan penerangan lampu dimatikan.
2) Panel/kotak
sekring diperiksa.
3) Bola-bola
lampu diperiksa. Apabila ada yang putus segera diganti.
b. Pemeliharaan
berkala:
1) Sekurang-kurangnya
sebulan sekali instalasi harus dikontrol terutama pada meteran pemakaian apakah
ada kelainan pada meteran.
2) Instalasi
jaringan kabel agar dikontrol, dan apakah ada kerusakan yang tidak dapat
diatasi sendiri oleh petugas segera dilaporkan kepada PLN setempat.
C. TAHAPAN PENERAPAN
PEMELIHARAAN SARANA-PRASARANA SEKOLAH
Dalam makalah utama dijelaskan tentang tahapan pemeliharaan sarana prasarana menurut DBE-1 & USAID pada makalah halaman 8.
Dalam Subagya (1990: 88) menyatakan tahap-tahap pemeliharaan sarana dan prasarana antara lain meliputi.
Dalam makalah utama dijelaskan tentang tahapan pemeliharaan sarana prasarana menurut DBE-1 & USAID pada makalah halaman 8.
Dalam Subagya (1990: 88) menyatakan tahap-tahap pemeliharaan sarana dan prasarana antara lain meliputi.
1) Perencanaan
Kegiatan
perencanaan dilakukan untuk medesain sistem pemeliharaan dalam memperkirakan
anggaran dan menyediakan tenaga yang cakap dan terampil. mengevaluasi
barang/peralatan untuk menentukan kebutuhan pemeliharaan dengan menyediakan
brosur dan katalog untuk membantu menambah pengetahuan dalam perencanaan
pelaksanaan pemeliharaan yang optimal.
2) Pelaksanaan
pemeliharaan
Pelaksanaan
pemeliharaan mencakup pengamatan inventarisasi peralatan yang dipakai.
Penyediaan buku- buku untuk setiap peralatan atau barang yang akan dipelihara.
Jadwal pemeliharaan setiap barang/peralatan yang harus dilaksanakan secara
konsekuen dan pengecekan untuk mengetahui kesiapsediaan peralatan/barang.
Pengamatan terhadap kemampuan dari setiap alat atau barang seperti frekuensi
penggunaan, kemampuan dan kemudahan dalam pemeliharaan.
3) Pasca
pelaksanaan
pemeliharaan
Kegiatan pasca pelaksanaan pemeliharaan dilakukan mempersiapkan pengajuan
anggaran pemeliharaan selanjutnya, membuat daftar kebutuhan akan bahan-bahan
guna pemeliharaan, mengkajian dan meninjauan kembali akan sistem pemeliharaan,
penyediaan tenaga, sistem anggaran dalam pelaksanaan pemeliharaan agar kegiatan
pemeliharaan selanjutnya dapat berjalan dengan lancar.
Sedangkan
Purwanto dan Muhamad Ali (2008: 235) menyatakan bahwa tahap-tahap pemeliharaan
sarana dan prasarana antara lain meliputi:
1) Perencanaan
Pemeliharaan
Perencanaan dilakukan berdasarkan
periode waktu tertentu dengan menuliskan sasaran atau target yang akan dicapai
dalam menyelesaikan pekerjaan dengan mempersiapkan Informasi/data asset sarana
dan prasarana yang akan dilakukan tindakan pemeliharaan, buku manual dari
peralatan tersebut, hasil inspeksi dan saran yang ada, kondisi peralatan
terakhir, catatan kinerja sarana dan prasarana, dan jumlah serta kesiapan
personil yang komponennya setiap jenis pekerjaan pemeliharaan.
2) Kegiatan
Inspeksi
Kegiatan
inspeksi atau pemeriksaan dilakukan dengan cara survey terhadap kondisi sarana
dan prasarana untuk mengetahui kondisi, jenis pekerjaan, jumlah material
pemeliharaan yang dibutuhkan dan volume pekerjaan pemeliharaan.
3)
Pelaksanaan Pemeliharaan yang meliputi:
a) Perintah kerja yang berisi rincian
pekerjaan, waktu pelaksanaan pemeliharaan, alokasi jumlah personil pelaksana
kegiatan pemeliharaan, organisasi dan personil pelaksana yang terlibat, daftar
material yang digunakan dan anggaran pelaksanaan.
b)
Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada perintah kerja, memperhatikan koordinasi dan
komunikasi, penggunaan peralatan kerja sesuai dengan buku manual dan
petunjuknya, dan lingkungan dan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) agar tidak
membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
c)
Pengujian dilaksanakan setelah pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan terselesaikan
untuk mendapatkan kepastian beroperasinya peralatan tersebut.
d)
Pencatatan kegiatan pemeliharaan mencakup pemakaian material, waktu, biaya,
sumber daya manusia dan kompetensinya, energi, unjuk kerja pemeliharaan, dan 37
kejadian yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja.
3) PengawasanPemeliharaan
Kegiatan pengawasan dilakukan secara terus menerus terhadap pengawasan program pemeliharaan dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan oleh seksi pemeliharaan, seksi perencanaan, seksi perbekalan, dan seksi keuangan pembukuan di bawah koordinasi kepala bagian sehingga dapat meningkatkan keandalan dan efisiensi sarana dan prasarana di suatu organisasi.
Kegiatan pengawasan dilakukan secara terus menerus terhadap pengawasan program pemeliharaan dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan oleh seksi pemeliharaan, seksi perencanaan, seksi perbekalan, dan seksi keuangan pembukuan di bawah koordinasi kepala bagian sehingga dapat meningkatkan keandalan dan efisiensi sarana dan prasarana di suatu organisasi.
4) Evaluasi
Pemeliharaan
Kegiatan evaluasi pelaksanaan
pemeliharaan bertujuan untuk menilai hasil pemeliharaan, tepat atau tidaknya program
yang disusun, dan mendapatkan data yang digunakan untuk menyusun program yang
akan datang
FORMULIR PEMANTAUAN KEGIATAN
PEMELIHARAAN SARANA-PRASARANA SEKOLAH
I.
Pemeliharaan
Harian
|
|
Hari/Tanggal
|
|
Tanda Tangan:
|
|
|
|
Penyelia (Supervisor)
|
|
|
|
|
No
|
Pemeliharaan yang dilakukan
|
Pelaksana Kelas
|
Kegiatan yang dilakukan
|
Catatan:
|
|
1
|
Pembersihan ruangan
|
|
Menggeser perabotan dalam ruangan menyapu dan
mengepel lantai
|
|
|
2
|
Pembersihan daun pintu dan jendela, permukaan
jendela
|
|
Membersihkan daun pintu dan jendela kaca menggunakan
lap
|
|
|
3
|
Pembersihan KM/WC dan saluran pembuangan
|
|
Membersihkan closet, bak air, menggosok lantai,
menggelontor lubang avour dan closer
|
|
|
4
|
Memeriksa penggunaan listrik
|
|
Mematikan lampu ruangan jika tidak digunakan
|
|
|
5
|
Mengunci semua pintu dan jendela
|
|
Mengunci semua pintu dan jendela setelah berakhirnya
kegiatan belajar mengajar di sekolah
|
|
II.
Pemeliharaan
Mingguan
|
|
Minggu/tanggal (…./….)
|
|
Bulan/Tahun:
|
|
|
|
Penyelia (Supervisor)
|
|
|
|
|
No
|
Pemeliharaan yang dilakukan
|
Pelaksanaan kelas:
|
Kegiatan yang dilakukan
|
Catatan:
|
|
1
|
Pembersihan ruangan
|
|
Menggeser perabotan dalam ruangan, menyapu dan
mengepel lantai
|
|
|
2
|
Pembersihan daun pintu dan jendela
|
|
Membersihkan daun pintu dan jendela menggunakan lap
dan cairan pembersih
|
|
|
3
|
Pembersihan KM/WC dan saluran pembuangan
|
|
Membersihkan closet, bak air, menggosok lantai,
menggelontor lubang saluran pembuangan
|
|
|
4
|
Pembersihan halaman dan saluran drainase
|
|
Menyapu halaman, mengumpukan sampah,membersihkan
saluran drainase, memotong ranting dan dedaunan di sekitar bangunan, pangkas
dan cabut rumput liar
|
|
|
5
|
Pemeriksaan kondisihalaman
dan
sekitar bangunan
|
|
Memeriksa kondisi tanah
yang ada di sekitar pondasi bangunan apakah mengalami erosi / tidak.
Memastikan bahwa tanah disekitar tidak
terdapat sarang rayap yang akan berpengaruh terhadap komponen kayu
bangunan dan pondasi
|
|
III.
Pemeliharaan
Bulanan
|
|
Bulan/Tahun
|
|
|
|
|
|
Penyelia
|
|
|
|
|
|
Pelaksana
|
|
|
|
|
No
|
Pemeliharaan yang dilakukan
|
Hari
|
Permasalahan
|
Kegiatan yang dilakukan
|
|
1
|
Pembersihan halam dan saluran drainase
|
|
|
Menyapu halaman, mengumpukan sampah,membersihkan
saluran drainase, memotong ranting dan dedaunan di sekitar bangunan, pangkas
dan cabut rumput liar
|
|
2
|
Pemeriksaan kondisi halaman dan sekitar bangunan
|
|
|
-Memeriksan kondisi tanah yang ada di sekitar
pondasi bangunan apakah mengalami erosi atau tidak
|
|
-memastikan bahwa tanah sekitar tidak ada sarang
rayap yang akan berpengaruh terhadap komponen kayu bangunan dan pondasi
|
||||
|
3
|
Pemeriksaan bangunan gedung dan kelengkapan komponen
bangunan
|
|
|
Memeriksa kondisi penutup atap, rangka atap dan
langit-langit dalam ruangan
|
|
|
|
|
|
Teritis, seluruh talang keliling bangunan
|
|
|
|
|
|
Memeriksa kosen, daun
pintu dan jendela kaca, penggantung dan pengunci
|
D. BENTUK-BENTUK UPAYA
PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN
Dalam
Direktorat Jendral Pendidikan (2007:35) disebutkan beberapa bentuk upaya
pemeliharaan sarana dan prasaran sebagai berikut:
1.
Berdasarkan kurun waktu
Upaya
pemeliharaan menurut ukuran waktu dapat dilakukan:
a. Pemeliharaan
sehari-hari
Pemeliharaan
ini dapat dilakukan setiap hari (setiap
akan/sesudah memakai). Pemeliharaan ini dilakukan oleh pegawai yang
menggunakan barang tersebut dan
bertanggung jawab atas barang itu, misalnya; pengemudi mobil, pemegang mesin
tik, mesin stensil dan sebagainya, harus memelihara kebersihan dan memperbaiki
kerusakan-kerusakan kecil.
b. Pemeliharaan
berkala
Pemeliharaan
ini dapat dilakukan secara berkala atau dalam jangka waktu tertentu sesuai
petunjuk penggunaan (manual), misalnya 2 atau 3 bulan sekali dan sebagainya
(seperti mesin tulis) atau setelah jarak tempuh tertentu (kendaraan bermotor)
atau jam pakai tertentu (mesin statis). Upaya pemeliharaan ini biasanya
dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggung
jawabnya atau memanggil ahli untuk melakukannya.
2.
Berdasarkan umur penggunaan barang
Upaya
pemeliharaan menurut umur penggunaan
barang dapat dilihat dari dua aspek:
a.
Usia barang secara fisik
Setiap
barang terutama barang elektronik atau mesin mempunyai batas waktu tertentu
dalam penggunaannya. Untuk peralatan dan mesin kondisi usang itu sangat
relatif, oleh karena itu perlu disepakati batas-batasnya. Kalau sebuah mesin
kapasitasnya dikatakan 100 % pada waktu baru, maka pada kondisi usang kapasitas
total adalah 0 %.
b.
Usia barang secara administratif
Dalam
pelaksanaan kegiatan sehari-hari jarang ditemui barang yang keadaannya secara
fisik telah 0 %, sebab kalau terjadi hal yang demikian jelas telah mengganggu
kelancaran kegiatan dalam organisasi. Oleh karena itu biasanya barang dalam kondisi
yang kapasitasnya lebih kurang 50 % sudah diusulkan untuk dihapus, karena hanya
mempersempit ruangan saja dan biaya perawatannya juga akan lebih besar.
Misalnya pemakaian barang yang berwujud seperti kendaraan dinas dengan jangka
waktu selama 5 tahun.
3.
Pemeliharaan dari segi penggunaan
Barang
yang digunakan harus sesuai dengan fungsinya sehingga dapat mengurangi
kerusakan pada barang tersebut. Misalnya, penggunaan komputer yang digunakan
untuk keperluan kantor, bukan untuk yang lainnya.
4.
Pemeliharaan menurut keadaan barang
Pemeliharaan
yang dilakukan menurut keadaan barang dilakukan terhadap barang habis pakai dan
barang tak habis pakai.
a.
Pemeliharaan untuk barang yang habis
pakai terutama ditujukan pada saat penyimpanan sebelum barang tersebut
dipergunakan.
b.
Pemeliharaan terhadap barang tahan lama seperti:
1)
Mesin-mesin
Mesin-mesin
memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan pemeliharaan berkala. Pemeliharaan
sehari-hari dilakukan oleh pegawai yang diserahi tugas dan tanggung jawab terhadap
alat-alat tersebut. Misalnya untuk mesin-mesin kantor selalu harus dibersihkan
dari debu, disikat pada bagian yang perlu disikat, menutup kembali setelah dipergunakan. Untuk
mesin pembangkit tenaga listrik perlu diperiksa alat pelumas dan alat pendingin.
Pemeliharaan alat harus sesuai dengan ketentuan pabrik.
2)
Kendaraan
Untuk
kendaraan bermotor diperlukan pemeliharaan sehari-hari, berkala, dan perbaikan
terhadap kerusakan dengan cara:
-
Membersihkan kendaraan
-
Memeriksa air radiator
-
Memeriksa minyak motor
-
Membersihkan dan memeriksa air accu
-
Jika terdapat kerusakan. melaporkan ke unit yang mengurus kendaraan untuk
mendapat perbaikan.
3)
Alat-alat elektronika
Alat-alat
elektronika memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan pemeliharaan berkala. Cara
pemeliharaannya sama dengan pemeliharaan mesin-mesin kantor. Untuk beberapa
peralatan tertentu cara pemeliharaannya ditentukan oleh pabrik yang
memproduksi.
4)
Buku-buku
Pemeliharaan
terhadap buku-buku dilakukan setiap hari dan berkala. Pemeliharaan setiap hari
dilakukan dengan jalan membersihkan
buku-buku tersebut secara berkala dengan melakukan penyemprotan obat anti hama untuk waktu-waktu tertentu.
5)
Meubiler
Pemeliharaan mebiler pada garis besarnya hanya memerlukan pemeliharaan
sehari-hari dan perbaikan jika terjadi kerusakan.
6)
Alat-alat laboratorium
Pemeliharaan
terhadap alat-alat laboratorium memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan untuk
sebagian memerlukan pemeliharaan berkala. Khusus untuk alat-alat yang mudah pecah
harus diperhatikan mengenai penempatan alat-alat tersebut dengan cara
membuatkan kotak-kotak khusus. Sebagian besar dari kewajiban pemeliharaan alat
laboratorium dilakukan oleh tenaga
tehnis bukan tenaga administratif.
7)
Gedung-gedung
Gedung-gedung
memerlukan pemeliharaan sehari-hari. Untuk perbaikan berkala misalnya setiap
tahun dilakukan pengapuran dan perbaikan terhadap kerusakan. Perbaikan terhadap
kerusakan dapat berupa perbaikan ringan yaitu terhadap kerusakan kecil-kecil
dan perbaikan berat misalnya rehabilitasi. Perbaikan sehari-hari, pemeliharaan
berkala dan perbaikan ringan dibebankan pada anggaran rutin, sedang untuk
rehabilitasi biayanya pada anggaran pembangunan. Pemeliharaan gedung sekolah menjadi tanggung jawab kepala sekolah. Penjaga/pesuruh
sekolah adalah orang yang bertugas
sehari-hari dalam memelihara kebersihan, keamanan, dan berada dibawah
pengamatan kepala sekolah. Perlu disadari bahwa mencegah kerusakan lebih muda
dari memperbaiki kerusakan.
8)
Pemeliharaan ruang kelas
-
Setiap kelas dibentuk tim piket kelas yang secara bergiliran bertugas menjaga
kebersihan dan ketertiban kelas
-
Setiap tim piket kelas yang bertugas hendaknya menyiapkan dan memelihara
perlengkapan kelas.
9)
Pemeliharaan tanah sekolah
Pemeliharaan
terhadap tanah sekolah berupa pemagaran/pemberian tanda batas dan pembersihan.
Pelaksanaan pemeliharaan tanah sekolah meliputi:
-
Pagar sekolah
Pagar
sekolah diusahakan dengan tinggi minimal 185 cm dibuat dari tembok bata atau
besi atau kombinasi keduanya, tidak membahayakan keselamatan siswa, bukan
tempat memanjat dan tempat melompat siswa.
-
Taman sekolah
Taman
sekolah direncanakan minimal sepertiga luas tanah sekolah, bisa ditanami
tanaman tahun atau buah-buahan, tanaman bunga, rumput sehingga dapat digunakan
kawasan areal hijau sekolah.
-
Tempat upacara
Lapangan
tempat upacara sebaiknya dikeraskan dengan semen/aspal agar pada waktu musim
hujan tidak becek dan pada musim panas
tidak berdebu yang dapat mengganggu kesehatan.
-
Lapangan olah raga
Lapangan
untuk senam, basket, bola volli, bulu tangkis, perlu diperhatikan pemeliharaan
dan pengaturan pemakaiannya secara bergantian dan sebaiknya dibuatkan jadwal
pemakainnya.
DAFTAR RUJUKAN
Direktorat Tenaga Kependidikan. 2007. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan
Persekolahan Berbasis Sekolah. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan
Faizah, Nur. 2014. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Di SMK Negeri 59 Jakarta. (Online),
(http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/27230/1/NUR%20FAIZAH-FITK.pdf)
, diakses 13 Maret 2018
H. Subagya. (1990). Manajemen Logistik. Jakarta: CV Haji Masagung
Imron,
Ali, dkk. 2003. Manajemen Pendidikan. Malang:
Universitas Negeri Malang
Maisyaroh,
H. Burhanuddin, Ali Imron. 2004. Perspektif
Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah. Malang: Universitas Negeri Malang
Minarti,
Sri. 2001. Manajemen Sekolah: Mengelola
Lembaga Pendidikan Secara Mandiri. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
Purwanto dan Muhamad Ali. (2008). Teknik dan Manajemen Pergudangan .
Jakarta: Direktorat Pembinaan SMK
Tim Pakar Menejemn Pendidikan 2003. Menejemen Pendidikan. Universitas
Negeri Malang






0 komentar:
Posting Komentar