Minggu, 05 Mei 2019

PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA


PENGGUNAAN DAN PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA

A.       PENGGUNAAN SARANA DAN PRASARANA
Pada makalah kelompok utama telah dijelaskan beberapa pengertian penggunaan saran dan prasarana menurut Depdiknes dalam Barnawi & Arifin pada makalah halaman 3. Sedangkan menurut Maisyaroh, dkk (2004: 100) Penggunaan atau pemakaian sarana dan prasarana pendidikan disekolah merupakan tanggungjawab kepala sekolah pada setiap jenjang pendidikan. Untuk kelancaran kegiatan tersebut, bagi kepala sekolah yang mempunyai wakil bidang sarana dan prasarana atau petugas yang berhubungan dengan penanganan saran dan prasarana sekolah diberi tanggung jawab untuk menyusun jadwal tersebut. Dalam penggunaan saran dan prasarana pendidikan sebaiknya memperhatikan:
1. Penyusunan jadwal harus dihindari benturan dengan kelompok lainnya
2. Hendaklah kegiatan-kegiatan pokok sekolah merupakan prioritas utama
3. Waktu atau jadwal penggunaan hendaknya diajukan pada awal tahun pelajaran
4. Penugasan atau penunjukan personil sesuai dengan dengan keahlian pada   bidangnya
5. Penjadwalan dalam penggunaan sarana dan prasarana sekolah, antar kegiatan intrakulikuler dengan ekstrakulikuler harus jelas.
            Penggunaan sarana dan prasarana tetap harus diatur, agar tujuan dapat tercapai, maka kepala sekolah sebagai manajer pendidikan memiliki kewajiban mengaturnya. Kondisi sarana dan prasarana yang kuantitasnya melebihi jumlah penggunaan, penggunaan sarana dan prasarana tidak  banyak menjadi masalah, yang menjadi masalah jika jumlah yang tersedia tidak sebanding dengan jumlah penggunanya, maka pengaturan penggiliran dalam penggunaan harus dilakukan
Ruang kelas ada kalanya menggunakan sistem plot dan sistem tanpa plot, sistem plot ruangan dapat mudah dikelola karena telah diperuntukkan untuk kelas tertentu, jadi menetap terus di ruangan tersebut, biasanya di ruangan  di beri label untuk identitas ini untuk  yang menggunakan tertentu, jika mengacu dalam penggunaan , biasanya menggunakan label yang mengacu  daya guna ruangan tersebut.
Sistem non plot yang menempati bisa berganti-ganti dalam penggunaan ruang, terkadang dalam satu hari dalam satu ruang dapat berganti 3-4 kelas, jika sistem plot ini digunakan maka label yang dipergunakan tidak terkhusus pada kelas melainkan identitas ruang, dan menggunakan jadwal di setiap pintu ruangan agar pada saat ruang diperguanakan tidak terjadi tubrukan antar kelas.
Antara dua sistem tersebut , plot dan non plot, bisa dipadukan  misalkan sistem plot yang mengacu ke penggunaan, seprti laboratorium, ruang rapat, ruang olahraga, kesenian, dapat dipadukan denagn sistem non plot. Bahwa ruangan tersebut telah diplotkan sesuai dengan kegunaan (utilitas) tertentu,
Sarana dan prasarana yang lainnya, yang berupa alat-alat elektronik, hendaknya diperhatikan dalam penggunaan seperti yang tertera dalam manual. Tidak semua pengguna dapat memahami petunjuk pengoprasian seperti yang tercantum dalam manual, sebaiknya disederhanakan dengan rumusan langkah-langkah agar mudah dipahami oleh pengguna, petunjuk penggunaan banyak yang berbahasa asing dan sekedar menginformasikan dengan gambar-gambar.
Pengembangan saran dan prasarana tidak bergerak seperti ruangan, selain tertuju pada kuantitasnya juga tertuju pada aspek kegunaan atau utilitas dan aspek asesorisnya. Aspek kuantitas mengacu pada upaya memperkecil ratio pengguna dengan ruang yang ada. Aspek utilitas berkenaan dengan beragamnya kegunaan ruangan. Aspek asesoris berkenaan dengan makin indahnya ruangan-ruangan yang ada dalam pandangan dan kenyamanan ruang yang ada dalam perasaan orang-orang yang mengunakan.
Ruangan-ruangan yang ada di lembaga pendidikan lazimnya memang tidak sekali bangun, sekali jadi, dan langsung sempurna. Sambil operasional pendidikan tetap berjalan, penyempurnaan dapat terus-menerus. Administrator pendidikan harus terus punya obsesi untuk makin menyempurnakan ruangan-ruangan yang telah ada, agar makin lama tidak kumuh, melainkan makin beragam penggunaannya, dan nyaman ditempati. Membedakan antara sekolah-sekolah yang baik dengan sekolah-sekolah yang konveksional adalah senantiasa berkembangnya ruangan-ruangan  yang dimiliki, asesoris yang dimiliki ruangan, pada sekolah-sekolah yang baik terus dikembangkan, agar makin menarik .

B.     PENGERTIAN PEMELIHARAAN

Pada makalah kelompok utama telah dijelaskan beberapa pengertian pemeliharaan saran dan prasarana menurut Indrawan pada makalah halaman 5.
            Sedangkan dalam makalah kelompok pembanding menurut Minarti, Sri (2011:268) Pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah adalah sebuah kegiatan untuk melaksanakan pengurusan dan pengturan agar semua sarana dan prasarana selalu dalam keadaan baik dan siap untuk digunakan secara berdaya guna dan berhasil guna dalam mencapai tujuan pendidikan. Pemelihraan ini merupakan kegiatan penjagaan atau pencegahan dari kerusakan suatu barang sehingga barang tersebut kondisinya baik dan siap digunakan. Pemelihraan ini dilakukan muali dari pemakaiana barang, yaitu dengan cara berhati-hati dalam penggunaannya. Untuk barang yangbsersifat khusus dapat dilakukan oleh petugas yang mempunyaikeahlian sesuai dengan jenis barangnya.  Dalam Maisyaroh, dkk (2004:101) pemeliharaan ini dimaksudkan untuk mngkondisikan sarana dan prasarana tersebut senantiasa tidak mengalami trouble ketika sedang digunakan. Sebab jika saran dan prasaran ini mengalami trouble maka akan menghambat jalannya proses pembelajaran. Oleh karena itu pemeliharaan saran dan prasarana harus dilakukan secara terus menerus secara sistematis.
Menurut Ary H Gunawan dalam Minarti, Sri (2011: 269) menyatakan bahwa agar setiap barang yang dimiliki senantiasa dapat digunakan dengan lancar tanpa menimbulkan gangguan/hambatan. Perawatan atau pemeliharaan adalah kegiatan rutin untuk mngusahakan agar barang tetap dalam keadaan baik dan berfungsi baik pula. Oleh sebab itu, jika didefinisikan, tujuan dalam pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan adalah sebagai berikut:
1.      Untuk mengoptimalkan usia pakai peralatan. Hal ini sangat penting, terutama jika dilihat dari aspek biaya karena untuk membeli suatu peralatan akan jauh lebih mahal jika dibandingkan dengan merawat bagian dari peralatn tersebut.
2.      Untuk menjamin kesiapan operasional peralatan untuk mendukung kelancaran pekerjaan sehingga diperoleh hasil yang optimal.
3.      Untuk menjamin ketersediaan peralatan yang diperlukan melalui pengecekan secara utin dan teratur.
4.      Untuk menjamin keselamatan orang atau sisiwa yang menggunakan alat tersebut.
Dalam makalah utama dijelaskan bahwa macam-macam pemeliharaan menurut Indrawan pada makalah halaman 6, sedangkan Menurut Faizah, Nur (2014: 31) macam-macam pmeliharaan sarana dan prasarana terdiri dari 5 macam, yaitu:
1.        Pemeliharaan darurat, yaitu pemeliharaan tidak terencana. Pemeliharaan ini dilakukan karena telah mengabaikan pemeliharaan pencegahan. Misalnya genteng sekolah yang tidak pernah diperbaiki dan dibiarkan vocor, saat tiba-tiba hujan datang maka akan membanjiri ruanganan. Akibatnya ruangan tidakdapat dipakai, sehingga harus diperbaiki secara mendadakkarena kalau tidak diperbaiki, maka akan merusak benda yang lainnya.
2.      Pemeliharaan korektif, yaitu pemelihraan yang dilakkan sesuai dengan usia alat. Contonya: suatu alat hanya dapat digunakan selama 2 tahun.ketika usia pemakaian alat tersebut sudah habis atau lebih dari waktunya, maka alat tersebut harus diperbaharui.
3.      Pemeliharaan pencegahan, yaitu pemeliharaan terencana. Artinya pemeliharaan yang dilakukan sudah direncanakan sebelumnya dan biasanya bersifat terjadwal.
4.      Perawatan yang dilakukan berkala dan terus menerus
5.      Penggantian ringan yang dilakukan karena ada kerusakan kecil.
Sedangkan menurut Maisyaroh, dkk (2004: 91) ada beberapa macam pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah ditinjau dari sifat maupun waktu.
1.      Ditinjau dari sifatnya ada empat macam ini cocokdigunakan untuk pemeliharaan mesin
a. Pemeliharaan perlengkapan yang bersifat pengecekan
b. Pemeliharaan yang bersifat pengecegahan
c. Pemeliharaan yang bersifat perbaikan ringan
d. Perbaikan berat
2.      Ditinjau dari waktu pemeliharaannya ada dua macam pemeliharaan sarana dan prasarana pendidikan di sekolah.
3.      Pemeliharaan sehari-hari. Seperti, menyapu, mengepel lantai, membersikan pintu.
4.      Pemeliharaan berkala, misalnya pengontrolan genting, pengapuran tembok.
Pada umumnya sarana dan prasarana pendidikan yang dimiliki sekolah memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan berkala. Satu contohnya adalah pemeliharaan instalasi listrik. Pemeliharaan sehari-hari dan berkalanya sebagai berikut.
a.       Pemeliharaan sehari-hari
1)      Pemakaian aliran harus diperhatikan. Pada siag hari dalam ruangan yang cukup terang lampu yang tidak memerlukan penerangan lampu dimatikan.
2)      Panel/kotak sekring diperiksa.
3)      Bola-bola lampu diperiksa. Apabila ada yang putus segera diganti.
b.      Pemeliharaan berkala:
1)      Sekurang-kurangnya sebulan sekali instalasi harus dikontrol terutama pada meteran pemakaian apakah ada kelainan pada meteran.
2)      Instalasi jaringan kabel agar dikontrol, dan apakah ada kerusakan yang tidak dapat diatasi sendiri oleh petugas segera dilaporkan kepada PLN setempat.

C. TAHAPAN PENERAPAN PEMELIHARAAN SARANA-PRASARANA SEKOLAH
           
Dalam makalah utama dijelaskan tentang tahapan pemeliharaan sarana prasarana menurut DBE-1 & USAID pada makalah halaman 8.
           
Dalam Subagya (1990: 88) menyatakan tahap-tahap pemeliharaan sarana dan prasarana antara lain meliputi.
1)      Perencanaan
Kegiatan perencanaan dilakukan untuk medesain sistem pemeliharaan dalam memperkirakan anggaran dan menyediakan tenaga yang cakap dan terampil. mengevaluasi barang/peralatan untuk menentukan kebutuhan pemeliharaan dengan menyediakan brosur dan katalog untuk membantu menambah pengetahuan dalam perencanaan pelaksanaan pemeliharaan yang optimal.
2)      Pelaksanaan pemeliharaan
Pelaksanaan pemeliharaan mencakup pengamatan inventarisasi peralatan yang dipakai. Penyediaan buku- buku untuk setiap peralatan atau barang yang akan dipelihara. Jadwal pemeliharaan setiap barang/peralatan yang harus dilaksanakan secara konsekuen dan pengecekan untuk mengetahui kesiapsediaan peralatan/barang. Pengamatan terhadap kemampuan dari setiap alat atau barang seperti frekuensi penggunaan, kemampuan dan kemudahan dalam pemeliharaan.
3)      Pasca pelaksanaan
pemeliharaan Kegiatan pasca pelaksanaan pemeliharaan dilakukan mempersiapkan pengajuan anggaran pemeliharaan selanjutnya, membuat daftar kebutuhan akan bahan-bahan guna pemeliharaan, mengkajian dan meninjauan kembali akan sistem pemeliharaan, penyediaan tenaga, sistem anggaran dalam pelaksanaan pemeliharaan agar kegiatan pemeliharaan selanjutnya dapat berjalan dengan lancar.
Sedangkan Purwanto dan Muhamad Ali (2008: 235) menyatakan bahwa tahap-tahap pemeliharaan sarana dan prasarana antara lain meliputi:
1)      Perencanaan Pemeliharaan
            Perencanaan dilakukan berdasarkan periode waktu tertentu dengan menuliskan sasaran atau target yang akan dicapai dalam menyelesaikan pekerjaan dengan mempersiapkan Informasi/data asset sarana dan prasarana yang akan dilakukan tindakan pemeliharaan, buku manual dari peralatan tersebut, hasil inspeksi dan saran yang ada, kondisi peralatan terakhir, catatan kinerja sarana dan prasarana, dan jumlah serta kesiapan personil yang komponennya setiap jenis pekerjaan pemeliharaan.
2)      Kegiatan Inspeksi
Kegiatan inspeksi atau pemeriksaan dilakukan dengan cara survey terhadap kondisi sarana dan prasarana untuk mengetahui kondisi, jenis pekerjaan, jumlah material pemeliharaan yang dibutuhkan dan volume pekerjaan pemeliharaan.
3) Pelaksanaan Pemeliharaan yang meliputi:
a) Perintah kerja yang berisi rincian pekerjaan, waktu pelaksanaan pemeliharaan, alokasi jumlah personil pelaksana kegiatan pemeliharaan, organisasi dan personil pelaksana yang terlibat, daftar material yang digunakan dan anggaran pelaksanaan.
b) Pelaksanaan pekerjaan mengacu pada perintah kerja, memperhatikan koordinasi dan komunikasi, penggunaan peralatan kerja sesuai dengan buku manual dan petunjuknya, dan lingkungan dan K3 (kesehatan dan keselamatan kerja) agar tidak membahayakan diri sendiri maupun orang lain.
c) Pengujian dilaksanakan setelah pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan terselesaikan untuk mendapatkan kepastian beroperasinya peralatan tersebut.
d) Pencatatan kegiatan pemeliharaan mencakup pemakaian material, waktu, biaya, sumber daya manusia dan kompetensinya, energi, unjuk kerja pemeliharaan, dan 37 kejadian yang berkaitan dengan keselamatan dan kesehatan kerja.
3)      PengawasanPemeliharaan
            Kegiatan pengawasan dilakukan secara terus menerus terhadap pengawasan program pemeliharaan dan pengawasan pelaksanaan pekerjaan pemeliharaan yang dilakukan oleh seksi pemeliharaan, seksi perencanaan, seksi perbekalan, dan seksi keuangan pembukuan di bawah koordinasi kepala bagian sehingga dapat meningkatkan keandalan dan efisiensi sarana dan prasarana di suatu organisasi.
4)      Evaluasi Pemeliharaan
            Kegiatan evaluasi pelaksanaan pemeliharaan bertujuan untuk menilai hasil pemeliharaan, tepat atau tidaknya program yang disusun, dan mendapatkan data yang digunakan untuk menyusun program yang akan datang
FORMULIR PEMANTAUAN KEGIATAN PEMELIHARAAN SARANA-PRASARANA SEKOLAH
        I.            Pemeliharaan Harian

Hari/Tanggal

Tanda Tangan:

Penyelia (Supervisor)


No
Pemeliharaan yang dilakukan
Pelaksana Kelas
Kegiatan yang dilakukan
Catatan:
1
Pembersihan ruangan

Menggeser perabotan dalam ruangan menyapu dan mengepel lantai

2
Pembersihan daun pintu dan jendela, permukaan jendela

Membersihkan daun pintu dan jendela kaca menggunakan lap

3
Pembersihan KM/WC dan saluran pembuangan

Membersihkan closet, bak air, menggosok lantai, menggelontor lubang avour dan closer

4
Memeriksa penggunaan listrik

Mematikan lampu ruangan jika tidak digunakan

5
Mengunci semua pintu dan jendela

Mengunci semua pintu dan jendela setelah berakhirnya kegiatan belajar mengajar di sekolah



     II.            Pemeliharaan Mingguan

Minggu/tanggal (…./….)

Bulan/Tahun:

Penyelia (Supervisor)



No
Pemeliharaan yang dilakukan
Pelaksanaan kelas:
Kegiatan yang dilakukan
Catatan:
1
Pembersihan ruangan

Menggeser perabotan dalam ruangan, menyapu dan mengepel lantai

2
Pembersihan daun pintu dan jendela

Membersihkan daun pintu dan jendela menggunakan lap dan cairan pembersih

3
Pembersihan KM/WC dan saluran pembuangan

Membersihkan closet, bak air, menggosok lantai, menggelontor lubang saluran pembuangan

4
Pembersihan halaman dan saluran drainase

Menyapu halaman, mengumpukan sampah,membersihkan saluran drainase, memotong ranting dan dedaunan di sekitar bangunan, pangkas dan cabut rumput liar

5
Pemeriksaan kondisihalaman dan
sekitar bangunan

Memeriksa kondisi tanah yang ada di sekitar pondasi bangunan apakah mengalami erosi / tidak. Memastikan bahwa tanah disekitar  tidak terdapat sarang rayap yang akan berpengaruh terhadap komponen kayu
bangunan dan pondasi




   III.            Pemeliharaan Bulanan

Bulan/Tahun




Penyelia




Pelaksana



No
Pemeliharaan yang dilakukan
Hari
Permasalahan
Kegiatan yang dilakukan
1
Pembersihan halam dan saluran drainase


Menyapu halaman, mengumpukan sampah,membersihkan saluran drainase, memotong ranting dan dedaunan di sekitar bangunan, pangkas dan cabut rumput liar
2
Pemeriksaan kondisi halaman dan sekitar bangunan


-Memeriksan kondisi tanah yang ada di sekitar pondasi bangunan apakah mengalami erosi atau tidak
-memastikan bahwa tanah sekitar tidak ada sarang rayap yang akan berpengaruh terhadap komponen kayu bangunan dan pondasi
3
Pemeriksaan bangunan gedung dan kelengkapan komponen bangunan


Memeriksa kondisi penutup atap, rangka atap dan langit-langit dalam ruangan




Teritis, seluruh talang keliling bangunan








Memeriksa kosen, daun pintu dan jendela kaca, penggantung dan pengunci


D. BENTUK-BENTUK UPAYA PEMELIHARAAN SARANA DAN PRASARANA PENDIDIKAN
Dalam Direktorat Jendral Pendidikan (2007:35) disebutkan beberapa bentuk upaya pemeliharaan sarana dan prasaran sebagai berikut:
1. Berdasarkan kurun waktu
Upaya pemeliharaan menurut ukuran waktu dapat dilakukan:
a.       Pemeliharaan sehari-hari
Pemeliharaan ini  dapat dilakukan setiap hari (setiap akan/sesudah memakai). Pemeliharaan ini dilakukan oleh pegawai yang menggunakan  barang tersebut dan bertanggung jawab atas barang itu, misalnya; pengemudi mobil, pemegang mesin tik, mesin stensil dan sebagainya, harus memelihara kebersihan dan memperbaiki kerusakan-kerusakan kecil.
b.      Pemeliharaan berkala
Pemeliharaan ini dapat dilakukan secara berkala atau dalam jangka waktu tertentu sesuai petunjuk penggunaan (manual), misalnya 2 atau 3 bulan sekali dan sebagainya (seperti mesin tulis) atau setelah jarak tempuh tertentu (kendaraan bermotor) atau jam pakai tertentu (mesin statis). Upaya pemeliharaan ini biasanya dilakukan sendiri oleh pemegangnya/penanggung  jawabnya atau memanggil ahli untuk melakukannya.
2. Berdasarkan umur penggunaan barang
Upaya pemeliharaan menurut umur penggunaan  barang dapat dilihat dari dua aspek:
a. Usia barang secara fisik
            Setiap barang terutama barang elektronik atau mesin mempunyai batas waktu tertentu dalam penggunaannya. Untuk peralatan dan mesin kondisi usang itu sangat relatif, oleh karena itu perlu disepakati batas-batasnya. Kalau sebuah mesin kapasitasnya dikatakan 100 % pada waktu baru, maka pada kondisi usang kapasitas total adalah 0 %.

b. Usia barang secara administratif
            Dalam pelaksanaan kegiatan sehari-hari jarang ditemui barang yang keadaannya secara fisik telah 0 %, sebab kalau terjadi hal yang demikian jelas telah mengganggu kelancaran kegiatan dalam organisasi. Oleh karena itu biasanya barang dalam kondisi yang kapasitasnya lebih kurang 50 % sudah diusulkan untuk dihapus, karena hanya mempersempit ruangan saja dan biaya perawatannya juga akan lebih besar. Misalnya pemakaian barang yang berwujud seperti kendaraan dinas dengan jangka waktu selama 5 tahun.
3. Pemeliharaan dari segi penggunaan
Barang yang digunakan harus sesuai dengan fungsinya sehingga dapat mengurangi kerusakan pada barang tersebut. Misalnya, penggunaan komputer yang digunakan untuk keperluan kantor, bukan untuk yang lainnya. 
4. Pemeliharaan menurut keadaan barang
Pemeliharaan yang dilakukan menurut keadaan barang dilakukan terhadap barang habis pakai dan barang tak habis pakai.
a. Pemeliharaan untuk barang  yang habis pakai terutama ditujukan pada saat penyimpanan sebelum barang tersebut dipergunakan.
b. Pemeliharaan terhadap barang tahan lama seperti:
1) Mesin-mesin 
Mesin-mesin memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan pemeliharaan berkala. Pemeliharaan sehari-hari dilakukan oleh pegawai yang diserahi tugas dan tanggung jawab terhadap alat-alat tersebut. Misalnya untuk mesin-mesin kantor selalu harus dibersihkan dari debu, disikat pada bagian yang perlu disikat,  menutup kembali setelah dipergunakan. Untuk mesin pembangkit tenaga listrik perlu diperiksa alat pelumas dan alat pendingin. Pemeliharaan alat harus sesuai dengan ketentuan pabrik.

2) Kendaraan
            Untuk kendaraan bermotor diperlukan pemeliharaan sehari-hari, berkala, dan perbaikan terhadap kerusakan dengan cara:
- Membersihkan kendaraan
- Memeriksa air radiator
- Memeriksa minyak motor
- Membersihkan dan memeriksa air accu
- Jika terdapat kerusakan. melaporkan ke unit yang mengurus kendaraan untuk mendapat perbaikan.
3) Alat-alat elektronika
            Alat-alat elektronika memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan pemeliharaan berkala. Cara pemeliharaannya sama dengan pemeliharaan mesin-mesin kantor. Untuk beberapa peralatan tertentu cara pemeliharaannya ditentukan oleh pabrik yang memproduksi.
4) Buku-buku
            Pemeliharaan terhadap buku-buku dilakukan setiap hari dan berkala. Pemeliharaan setiap hari dilakukan dengan  jalan membersihkan buku-buku tersebut secara berkala dengan melakukan penyemprotan  obat anti hama untuk waktu-waktu tertentu.
5) Meubiler
 Pemeliharaan mebiler  pada garis besarnya hanya memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan perbaikan jika terjadi kerusakan.
6) Alat-alat laboratorium
            Pemeliharaan terhadap alat-alat laboratorium memerlukan pemeliharaan sehari-hari dan untuk sebagian memerlukan pemeliharaan berkala. Khusus untuk alat-alat yang mudah pecah harus diperhatikan mengenai penempatan alat-alat tersebut dengan cara membuatkan kotak-kotak khusus. Sebagian besar dari kewajiban pemeliharaan alat laboratorium dilakukan oleh  tenaga tehnis bukan tenaga administratif.
7) Gedung-gedung
            Gedung-gedung memerlukan pemeliharaan sehari-hari. Untuk perbaikan berkala misalnya setiap tahun dilakukan pengapuran dan perbaikan terhadap kerusakan. Perbaikan terhadap kerusakan dapat berupa perbaikan ringan yaitu terhadap kerusakan kecil-kecil dan perbaikan berat misalnya rehabilitasi. Perbaikan sehari-hari, pemeliharaan berkala dan perbaikan ringan dibebankan pada anggaran rutin, sedang untuk rehabilitasi biayanya pada anggaran pembangunan.  Pemeliharaan gedung sekolah  menjadi tanggung jawab kepala sekolah. Penjaga/pesuruh sekolah adalah orang  yang bertugas sehari-hari dalam memelihara kebersihan, keamanan, dan berada dibawah pengamatan kepala sekolah. Perlu disadari bahwa mencegah kerusakan lebih muda dari memperbaiki kerusakan.
8) Pemeliharaan ruang kelas
- Setiap kelas dibentuk tim piket kelas yang secara bergiliran bertugas menjaga kebersihan dan ketertiban kelas
- Setiap tim piket kelas yang bertugas hendaknya menyiapkan dan memelihara perlengkapan kelas. 
9) Pemeliharaan tanah sekolah
Pemeliharaan terhadap tanah sekolah berupa pemagaran/pemberian tanda batas dan pembersihan. Pelaksanaan pemeliharaan tanah sekolah meliputi:
- Pagar sekolah
            Pagar sekolah diusahakan dengan tinggi minimal 185 cm dibuat dari tembok bata atau besi atau kombinasi keduanya, tidak membahayakan keselamatan siswa, bukan tempat memanjat dan tempat melompat siswa.
- Taman sekolah 
            Taman sekolah direncanakan minimal sepertiga luas tanah sekolah, bisa ditanami tanaman tahun atau buah-buahan, tanaman bunga, rumput sehingga dapat digunakan kawasan areal hijau sekolah.
- Tempat upacara
            Lapangan tempat upacara sebaiknya dikeraskan dengan semen/aspal agar pada waktu musim hujan  tidak becek dan pada musim panas tidak berdebu yang dapat mengganggu kesehatan.
- Lapangan olah raga
            Lapangan untuk senam, basket, bola volli, bulu tangkis, perlu diperhatikan pemeliharaan dan pengaturan pemakaiannya secara bergantian dan sebaiknya dibuatkan jadwal pemakainnya.


 DAFTAR RUJUKAN
Direktorat Tenaga Kependidikan. 2007. Manajemen Sarana dan Prasarana Pendidikan Persekolahan Berbasis Sekolah. Jakarta: Direktorat Tenaga Kependidikan
Faizah, Nur. 2014. Pemeliharaan Sarana dan Prasarana Pendidikan Di SMK Negeri 59 Jakarta. (Online), (http://repository.uinjkt.ac.id/dspace/bitstream/123456789/27230/1/NUR%20FAIZAH-FITK.pdf) , diakses 13 Maret 2018
H. Subagya. (1990). Manajemen Logistik. Jakarta: CV Haji Masagung
Imron, Ali, dkk. 2003. Manajemen Pendidikan. Malang: Universitas Negeri Malang
Maisyaroh, H. Burhanuddin, Ali Imron. 2004. Perspektif Manajemen Pendidikan Berbasis Sekolah. Malang: Universitas Negeri Malang
Minarti, Sri. 2001. Manajemen Sekolah: Mengelola Lembaga Pendidikan Secara Mandiri. Jogjakarta: Ar-Ruzz Media
Purwanto dan Muhamad Ali. (2008). Teknik dan Manajemen Pergudangan . Jakarta: Direktorat Pembinaan SMK
Tim Pakar Menejemn Pendidikan 2003. Menejemen Pendidikan. Universitas Negeri Malang

0 komentar:

Posting Komentar