Senin, 22 April 2019

IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) TERHADAP PENCAPAIAN KINERJA TENAGA ADMINISTRASI DALAM DUNIA PENDIDIKAN


IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT (TQM) TERHADAP PENCAPAIAN KINERJA TENAGA ADMINISTRASI  DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Ramadhanti Dita Nur Safitri

 
Abstrak : Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui implementasi TQM terhadap kinerja, (2) mengetahui implementasi TQM berkaitan dengan tenaga administrasi sekolah, (3) mengidentifikasi keterkaitan tenaga adminisitrasi terhadap kinerja sekolah, (4) mengimplementasi TQM terhadap Kinerja Tenaga administrasi sekolah dalam dunia pendidikan. Metode yang digunakan yakni literature review dengan teknik pengumpulan data kemudian dianalisis. Hasil dari penelitian ini berupa identifikasi dan penerapan implementasi TQM dalam meningkatkan kinerja tenaga administrasi dalam dunia pendidikan.
Kata Kunci : Total Quality Management (TQM), kinerja, tenaga administrasi


PENDAHULUAN
            Sumber daya manusia (SDM) merupakan sumber aset suatu lembaga yang sangat berharga. Agar dapat memberikan konstribusi yang optimal, seharusnya SDM dikelola dengan baik. Dalam lembaga pendidikan sumber daya manusia tediri atas tenaga pendidik dan tenaga kependidikan. Seperti halnya yang tercantum dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 39 Ayat 1 “ tenaga kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengeloaan, pengembangan, pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada suatu pendidikan”. Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) merupakan salah satu tenaga kependidikan yang menangani atau bertugas mengurusi administrasi di sekolah. Tenaga administrasi ini memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah lembaga pendidikan. Tenaga administrasi sekolah ini tidak terlibat secara langsung dalam pelaksanaan proses pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar tetapi tenaga administrasi ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung berjalanya proses pembelajaran dan administrasi sekolah.
            Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) merupakan tenaga kependidikan yang dianggap sebelah mata bagi kita semua. Tetapi dengan adanya Direktorat Tenaga Kependidikan berupaya dalam meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan secara nasional Direktorat Tenaga Kependidikan memiliki salah satu agenda yang sedang diupayakan yakni memberikan jaminan mutu kepada pelanggan internal maupun eksternal sekolah.  Tenaga administrasi sekolah memiliki fungsi dan peran dalam administrator sekolah meliputi kegiatan-kegiatan sebagai berikut: (a) administrasi (mengurusi surat menyurat, ketatausahaan) sekolah yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran; (b) kepegawaian terdiri dari tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang bertugas di sekolah; (c) mengelola keuangan sekolah; (d) mengelola perlengkapan yang ada di sekolah; (e) mengelola kesekretariatan dan kesiswaan; (f) mengantar surat ke luar sekolah; (g) memelihara, merawat dan memperbaiki fasilitas sekolah berupa bangunan, kelistrikan, dan peralatan praktik; (h) dan lain-lain (Danim,2010:208).
Menurut Siregar dan Samsir (2017) Manajemen Mutu Pendidikan atau Total Quality Managemjent (TQM) dapat di terapkan dalam meningkatkan perilaku produktif tenaga administrasi, dengan menggunakan salah satu teknik yang sering digunakan dalam suatu organisasi untuk meningkatkan kinerja dan memaksimalkan daya saing pendidikan melalui perbaikan secara terus menerus dalam upaya mengubah diri agar dapat bersaing pada era globalisasi. Dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia dalam meningkatkan mutu pendidikan banyak yang menggunakan pendekatan TQM dan sudah dipraktikan di beberapa sekolah. Menurut Fatmasari (2012) menyatakan bahwa strategi dalam meningkatakan mutu pendidikan dengan menggunakan pendekatan TQM kepala sekolah sebagai pengambil keputusan dalam menentukan strategi dalam perbaikan yang secara terus menerus dan berpusat pada pelayanan baik untuk pelanggan baik internal maupun eksternal, yakni dengan memperhatikan dan melaksanakan hasil pendapat atau masukan dari pelanggan pendidikan. Menurut Suhardi dan Muslim (2018) upaya dengan menggunakan pendekatan TQM sangat penting sepanjang penerapannya tidak menimbulkan kesalahan dalam konsep secara keseluruhan termasuk biaya yang berlebihan bagi pengguna pendidikan. Kinerja dapat dilihat dari seberapa besar mereka bekerja secara tepat, cermat, efektif dan efisien. Dalam usaha meningkatkan kinerja tenaga admistrasi perlu meningkatkan juga kualitas dari tenaga administrasi itu sendiri. Banyak aspek internal maupun eksternal yang dapat mendukung terciptanya kinerja yang efektif dan efisien. Dari kondisi yang ada tersebut sangat diperlukan implementasi TQM dalam meningkatkan kinerja tenaga administrasi di dalam dunia pendidikan karena sangat penting dalam meningkatkan mutu pendidikan khususnya di negara Indonesia.
METODE
            Penelitian ini adalah penelitian yang menggunakan metode penelitian literature review (kajian teori). Menurut Hasibuan (2007:42) literature review (kajian literature) merupakan uraian mengenai teori, temuan, dan bahan penelitian lain yang diperoleh sebagai bahan acuan untuk dijadikan dasar peneliti untuk melakukan penelitian.  Peneliti menggunakan buku dan jurnal dengan topik yang dibahas sebagai sumber informasi untuk mendukung pemecahan masalah yang akan diteliti.
Pada penelitian ini, penelitian terhadap bahan pustaka ini dilaksanakan oleh peneliti untuk mengetahui implementasi TQM yang baik dan benar. Bahan pustaka pun tidak terpusat pada pendidikan, namun juga terpusat pada lainnya. Jabaran implementasi TQM dari peneliti terdahulu, akan diringkas hingga memperoleh informasi terkait pengaruh implementasi TQM terhadap pencapaian kinerja yang baik, khususnya tenaga administrasi di bidang pendidikan.


HASIL
Management (TQM) terhadap kinerja
Dalam mengimplemntasikan TQM diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing dalam dunia pendidikan. Pada dasarnya meningkatkan kinerja harus ada pemberdayaan yang dilakukan tidak hanya dengan memiliki masukan tetapi Implementasi Total Quality juga harus memperhatikan, mempertimbangkan, dan menindaklanjuti masukan dari pelanggan pendidikan agar dapat diterima atau tidaknya dalam perbaikan kualitas kinerja. Pada tahap pelaksanaan terhadap kinerja disini harus mempusatkan perhatian kepada pelanggan baik internal maupun pelanggan eksternal dalam bidang pendidikan sebagai pihak yang mendukung jalannya pelaksanaan guna meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Pihak pelanggan eksternal disini memberikan masukan atau menentukan kualitas jasa yang diberikan kepada mereka untuk mengetahui tingkat kinerja yang ada dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sedangkan pihak pelanggan internal disini memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kuliatas karena pihak internal ini menentukan kualitas tenaga kerja, proses dan lingkungan yang berkaitan dengan jasa yang telah diberikan untuk meningkatkan kinerja dalam peningkatan mutu pendidikan.
Implementasi TQM berkaitan dengan Tenaga Administrasi Sekolah
Pada dasarnya semakin tinggi implementasi TQM  yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja, maka akan tinggi pula kinerja tenaga administrasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kepala sekolah harus menyadari bahwa keterlibatan dari tenaga administrasi sekolah akan meningkatkan komitmen dan kinerja dari pegawai sekolah dan tentunya komitmen ini akan memotivasi terutama tenaga administrasi agar terus berkarya dan bekerja sesuai tugas dan fingsi yang telah diberikan kepala sekolah kepada tenaga administrasi sekolah.
Identifikasi Keterlibatan Tenaga Administrasi terhadap Kinerja
Dalam meningkatkan kualitas kinerja, tenaga administrasi harus memiliki kualifikasi yang baik, dengan menetukan standar lulusan sebagai tenaga administrasi di sekolah tentunya dengan sertifikat apabila tenaga administrasi ini berjabat sebagai kepala tenaga administrasi, selain kualifikasi juga harus menentukan kompetensi yang dimiliki tenaga administrasi pendidikan mulai dari kompetensi kepribadian, sosial, teknis dan manajerial. Apabila kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki tenaga administrasi baik akan meningkatkan kinerja dalam meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan.
Implementasi TQM terhadap Kinerja Tenaga Administrasi Sekolah
            Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam pengimplementasian TQM terhadap kinerja, perlu adannya perhatian khusus kepada pelanggan baik internal maupun pelanggan eksternal dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pelanggan eksternal disini berperan dalam memberikan masukan kepada jasa yang telah diberikan sedangkan pelanggan internal disini yakni tenaga yang berperan dalam melaksanakan jasa yang diberikan. Peran kepala sekolah sangat penting dalam memperhatikan tenaga admisitrasi di sekolah, kepala sekolah harus menyadari bahwa keterlibatan tenaga administrasi membantu dalam peningkatan mutu pendidikan, komitmen yang diberikan kepala sekolah akan memotivasi tenaga administrasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya agar dapat meningkatkan kinerja para tenaga administrasi. Sebagaimana yang dibutuhkan sekolah untuk meningkatkan kinerja, tenaga administrasi harus memiliki kualifikasi lulusan jenjang pendidikan dan sertifikasi yang diperuntukan untuk kepala tenaga administrasi. Serta kompetensi yang harus dimiliki seorang tenaga administrasi meliputi kompetensi kepribadian, sosial, teknis, dan sosial yang baik akan meningkatkan kinerja dari tenaga administrasi itu sendiri. Oleh karena itu, seorang kepala sekolah harus mampu memperhatikan dalam menjalankan implementasi TQM terhadap kinerja tenaga administrasi sekolah dalam mengingkatkan kualitas atau mutu dalam dunia pendidikan.

PEMBAHASAN
Implementasi Total Quality Management (TQM) terhadap kinerja
Menurut Rohiat (2008) mutu merupakan salah satu bagian dari strategi yang digunakan dalam pendekatannya yang sistematis dengan menggunakan proses perencanan yang matang. Perencanaan mutu sekolah harus melewati tahapan yang jelas dan diawali dengan menganilisis kebutuhan pelanggan (customer) bahkan juga dapat melebihi kebutuhan pelanggan. Mutu adalah sebuah hasil yang memuaskan dan melebihi keinginan dan kebutuhan pelanggan (Sallis, 2011). Total Quality Management (TQM) berpusat pada aspek operasional dalam meningkatkan perbaikan kualitas. Menurut Jumaili (2006) konsep TQM terdapat lima pokok yang saling berhubungan yakni : (a) fokus pada pelanggan; (b) perbaikan secara terus menerus; (c) pengembangan sistem; (d) partispasi secara penuh; dan (e) pengukuran kinerja. Dalam mengimplemntasikan TQM diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan daya saing dalam dunia pendidikan. Pada dasarnya meningkatkan kinerja harus ada pemberdayaan yang dilakukan tidak hanya dengan memiliki masukan tetapi juga harus memperhatikan, mempertimbangkan, dan menindaklanjuti masukan dari pelanggan pendidikan agar dapat diterima atau tidaknya dalam perbaikan kualitas kinerja. Pada tahap pelaksanaan terhadap kinerja disini harus mempusatkan perhatian kepada pelanggan baik internal maupun pelanggan eksternal dalam bidang pendidikan sebagai pihak yang mendukung jalannya pelaksanaan guna meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Pihak pelanggan eksternal disini memberikan masukan atau menentukan kualitas jasa yang diberikan kepada mereka untuk mengetahui tingkat kinerja yang ada dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sedangkan pihak pelanggan internal disini memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan kuliatas karena pihak internal ini menentukan kualitas tenaga kerja, proses dan lingkungan yang berkaitan dengan jasa yang telah diberikan untuk meningkatkan kinerja dalam peningkatan mutu pendidikan.
Implementasi TQM berkaitan dengan Tenaga Administrasi Sekolah
Pada dasarnya semakin tinggi implementasi TQM  yang dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja, maka akan tinggi pula kinerja tenaga administrasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kepala sekolah harus menyadari bahwa keterlibatan dari tenaga administrasi sekolah akan meningkatkan komitmen dan kinerja dari pegawai sekolah dan tentunya komitmen ini akan memotivasi terutama tenaga administrasi agar terus berkarya dan bekerja sesuai tugas dan fingsi yang telah diberikan kepala sekolah kepada tenaga administrasi sekolah. Hal yang dapat dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi kinerja tenaga administrasi yakni menurut Harris dan Nelson (2008:203) kepala sekolah harus mampu membangun komunikasi dua arah dengan tenaga administrasi , komunikasi dua arah akan memudahkan dalam mengambil keputusan. Hal ini akan membantu kepala sekolah dalam berdiskusi dan berinteraksi dengan tenaga administrasi sekolah, dan mampu meningkatkan motivasi kerja tenaga administrasi dalam menjalankan tugasn dan fungsinya. Sedangkan menurut Suryana (2014) dalam melaksanakan tugas dan fungsinya seorang tenaga administrasi harus memiliki pengetahuan, ketrampilan, dan komitmen terhadap sebuah pekerjaan yang diberikan. Sikap tenaga administrasi harus mengarah pada perilaku kerja yang prestatif yaitu keinginan untuk terus maju, komitmen tinggi, beratnggung jawab, toleransi, kreatif dan fleksibel.
Identifikasi Keterlibatan Tenaga Administrasi terhadap Kinerja
Dalam meningkatkan kualitas kinerja, tenaga administrasi harus memiliki kualifikasi yang baik, dengan menetukan standar lulusan sebagai tenaga administrasi di sekolah tentunya dengan sertifikat apabila tenaga administrasi ini berjabat sebagai kepala tenaga administrasi, selain kualifikasi juga harus menentukan kompetensi yang dimiliki tenaga administrasi pendidikan mulai dari kompetensi kepribadian, sosial, teknis dan manajerial. Apabila kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki tenaga administrasi baik akan meningkatkan kinerja dalam meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan. Menurut Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2008 tentang Standar Tenaga Administasi Sekolah / Madrasah Pasal 1 ayat 2 yakni untuk dapat diangkat sebagai tenaga administrasi sekolah/madrasah seseorang harus memenuhi standar tenaga administrasi sekolah/madrasah yang berlaku secara nasional. Tenaga administrasi harus memilikin kualifikasi minimal lulusan SMK atau sederajat dan untuk kepala tenaga administrasi sekolah harus memiliki kualifikasi minimal lulusan S1, berpengalaman minimal 4 tahun seta memiliki sertifikat dari lembaga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan kompetensi yang harus dimiliki akan dijabarkan sebagai berikut. Dimensi kompetensi yang pertama yakni kompetensi kepribadian meliputi : memiliki intregitas dan akhlak mulia, memiliki etos kerja, pengendalian diri, percaya diri, fleksibilitas, ketelitian, kedisiplinan, kreatif dan inovasi, tanggung jawab. Kedua yakni dimensi kompetensi sosial meliputi : bekerja dalam tim, pelayanan prima, kesadaran berorganisasi, berkomunikasi efektif, dan membangun hubungan kerja. Ketiga yakni dimensi kompetensi teknis meliputi :  kompetensi untuk melaksanakan administrative kepegawaian, keuangan, sarana dan prasarana, humas, persuratan dan pengarsipan, administrasi kesiswaan, administrasi kurikulum, administrasi layanan khusus, dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi. Dan keempat yakni dimensi kompetensi manajerial (khusus untuk kepala administrasi sekolah/madrasah) meliputi : mendukung pengelolaan standar nasional pendidikan, menyusun program dan laporan kerja, mengorganisasikan staf, mengembangkan staf, mengambil keputusan, menciptakan iklim kerja yang kondusif, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya, membina staf, mengelola konflik, dan menyusun laporan.
Implementasi TQM terhadap Kinerja Tenaga Administrasi Sekolah
            Berdasarkan hasil yang diperoleh dalam pengimplementasian TQM terhadap kinerja, perlu adannya perhatian khusus kepada pelanggan baik internal maupun pelanggan eksternal dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pelanggan eksternal disini berperan dalam memberikan masukan kepada jasa yang telah diberikan sedangkan pelanggan internal disini yakni tenaga yang berperan dalam melaksanakan jasa yang diberikan. Peran kepala sekolah sangat penting dalam memperhatikan tenaga admisitrasi di sekolah, kepala sekolah harus menyadari bahwa keterlibatan tenaga administrasi membantu dalam peningkatan mutu pendidikan, komitmen yang diberikan kepala sekolah akan memotivasi tenaga administrasi dalam menjalankan tugas dan fungsinya agar dapat meningkatkan kinerja para tenaga administrasi. Sebagaimana yang dibutuhkan sekolah untuk meningkatkan kinerja, tenaga administrasi harus memiliki kualifikasi lulusan jenjang pendidikan dan sertifikasi yang diperuntukan untuk kepala tenaga administrasi. Serta kompetensi yang harus dimiliki seorang tenaga administrasi meliputi kompetensi kepribadian, sosial, teknis, dan sosial yang baik akan meningkatkan kinerja dari tenaga administrasi itu sendiri. Oleh karena itu, seorang kepala sekolah harus mampu memperhatikan dalam menjalankan implementasi TQM terhadap kinerja tenaga administrasi sekolah dalam mengingkatkan kualitas atau mutu dalam dunia pendidikan.
SIMPULAN
            Total Quality Management (TQM ) merupakan  pendekatan yang dilakukan dalam meningkatkan kinerja tenaga administrasi sekolah guna mencapai mutu pendidikan. Terdapat lima konsep TQM dalam meningkatkan kinerja a) fokus pada pelanggan; (b) perbaikan secara terus menerus; (c) pengembangan sistem; (d) partispasi secara penuh; dan (e) pengukuran kinerja. Terdapat juga empat tahapan dalam meningkatkan kinerja tenaga administrasi pendidikan melalui TQM yakni: (1) Implementasi Total Quality Management (TQM) terhadap kinerja; (2) Implementasi TQM berkaitan dengan Tenaga Administrasi Sekolah; (3) Identifikasi Keterlibatan Tenaga Administrasi terhadap Kinerja; (4) Implementasi TQM terhadap Kinerja Tenaga Administrasi Sekolah. Dengan menggunakan tahapan ini dapat mengetahui seberapa penting implementasi TQM terhadap kinerja tenaga administrasi di dalam dunia pendidikan. Dan ini membuktikan bahwa pengimplementasian TQM sangat penting, dengan adannya implementasi ini sekolah mampu meningkatkan kinerja tenaga administrasi sekolah. Upaya yang dilakukan kepala sekolah mulai dari memfokuskan pelanggan baik internal maupun eksternal, memperbaiki secara terus menerus pelayanan dan menetapkan kualitas tenaga administrasi sesuai dengan tugas dan fungsinya, pengembangan sistem yakni peningkatan sistem layanan dari masukan pihak eksternal, partisipasi secara penuh yakni peran kepala sekolah yang mampu mengkoordinasi semua tenaga administrasi dalam menjalankan tugasnya, dan pengukuran kinerja dengan melakukan evaluasi setiap tahunnya terhadap hasil yang telah diselesaikan setiap anggota tenaga administrasi untuk menilai kinerja tenaga administrasi.

DAFTAR RUJUKAN
Danim, S. dan Danim, Y. 2010. Administrasi Sekolah & Manajemen Kelas. Bandung: CV.Pustaka Setia. Cetakan Pertama.
Fatmasari, Dewi 2012. Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam Menerapkan Total Quality Management di SMA PIKA Semarang. Jurnal Education Management Vol. 1 No. 2 (2012). (Online) (http://journal.unnes.ac.id/), diakses pada 28 April 2013.
Harris, Thomas E. & Mark D. Nelson. (2008). Applied Organizational Communication. New York: Lawrence Erlbaum Associates Is An Imprint Of Taylor & Francis Group.
Hasibuan, Z.A. 2007. Metodologi Penelitian pada Bidang Ilmu Komputer dan Teknologi Informasi: Konsep, Teknik dan Aplikasi. Depok: Universitas Indonesia
Jumaili, S. dan Gudono. 2006. Hubungan Komponen Sistem Pengendalian Manajemen (Quality Goal, Quality Feedback dan Quality Incentive) terhadap Kinerja Kualitas dan Konsekuensi terhadap Kinerja Keuangan. (Online) (http://download.portalgaruda.org), diakses pada 23 November 2018
Rohiat. 2008. Manajemen Sekolah, Teori Dasar dan Praktik dilengkapi dengan Contoh Rencana Strategis dan rencana Operasional. Bandung: PT.Refika Aditama
Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2008 tentag Standar Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem Pendidikan Nasional
Sallis, Edward. 2011. Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan, Peran Strategis Pendidikan di Era Globalisasi Modern. Jogjakarta: Irchisod

Siregar, A.Y dan Samsir. 2017. Pengaruh Implementasi Total Quality Management (TQM) terhadap Pencapaian Kinerja Perusahaan TNT-Express Indonesia. (Online) (https://ejournal.unri.ac.id), diakses pada 23 November 2018
Suhardi, M. dan Muslim, A. 2018. Manajemen Mutu Terpadu di SMA Unggulan Kota Mataram. (Online) (http://ojs.ikipmataram.ac.id), diakses pada 23 November 2018
Suryana, A., dkk. 2018. Manajemen Capacity Building Tenaga Administrasi Sekolah di Sekolah Laboratorium UPI. (Online) (http://ejournal.upi.edu), diakses pada 23 November 2018

0 komentar:

Posting Komentar