IMPLEMENTASI TOTAL QUALITY MANAGEMENT
(TQM) TERHADAP PENCAPAIAN KINERJA TENAGA ADMINISTRASI DALAM DUNIA PENDIDIKAN
Ramadhanti Dita Nur Safitri
Email : ditaicha45@gmail.com
Abstrak
: Penelitian ini bertujuan untuk (1) mengetahui implementasi TQM terhadap
kinerja, (2) mengetahui implementasi TQM berkaitan dengan tenaga administrasi
sekolah, (3) mengidentifikasi keterkaitan tenaga adminisitrasi terhadap kinerja
sekolah, (4) mengimplementasi TQM terhadap Kinerja Tenaga administrasi sekolah
dalam dunia pendidikan. Metode yang digunakan yakni literature review dengan
teknik pengumpulan data kemudian dianalisis. Hasil dari penelitian ini berupa
identifikasi dan penerapan implementasi TQM dalam meningkatkan kinerja tenaga
administrasi dalam dunia pendidikan.
Kata
Kunci : Total Quality Management (TQM), kinerja, tenaga
administrasi
PENDAHULUAN
Sumber
daya manusia (SDM) merupakan sumber aset suatu lembaga yang sangat berharga.
Agar dapat memberikan konstribusi yang optimal, seharusnya SDM dikelola dengan
baik. Dalam lembaga pendidikan sumber daya manusia tediri atas tenaga pendidik
dan tenaga kependidikan. Seperti halnya yang tercantum dalam Undang-Undang
Nomor 20 Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional Pasal 39 Ayat 1 “ tenaga
kependidikan bertugas melaksanakan administrasi, pengeloaan, pengembangan,
pengawasan, dan pelayanan teknis untuk menunjang proses pendidikan pada suatu
pendidikan”. Tenaga Administrasi Sekolah (TAS) merupakan salah satu tenaga
kependidikan yang menangani atau bertugas mengurusi administrasi di sekolah.
Tenaga administrasi ini memiliki peran yang sangat penting dalam sebuah lembaga
pendidikan. Tenaga administrasi sekolah ini tidak terlibat secara langsung
dalam pelaksanaan proses pembelajaran atau kegiatan belajar mengajar tetapi
tenaga administrasi ini memiliki peran yang sangat penting dalam mendukung
berjalanya proses pembelajaran dan administrasi sekolah.
Tenaga
Administrasi Sekolah (TAS) merupakan tenaga kependidikan yang dianggap sebelah
mata bagi kita semua. Tetapi dengan adanya Direktorat Tenaga Kependidikan berupaya
dalam meningkatkan kualitas atau mutu pendidikan secara nasional Direktorat
Tenaga Kependidikan memiliki salah satu agenda yang sedang diupayakan yakni
memberikan jaminan mutu kepada pelanggan internal maupun eksternal sekolah. Tenaga administrasi sekolah memiliki fungsi
dan peran dalam administrator sekolah meliputi kegiatan-kegiatan sebagai
berikut: (a) administrasi (mengurusi surat menyurat, ketatausahaan) sekolah
yang berkaitan dengan kegiatan pembelajaran; (b) kepegawaian terdiri dari
tenaga pendidik maupun tenaga kependidikan yang bertugas di sekolah; (c)
mengelola keuangan sekolah; (d) mengelola perlengkapan yang ada di sekolah; (e)
mengelola kesekretariatan dan kesiswaan; (f) mengantar surat ke luar sekolah;
(g) memelihara, merawat dan memperbaiki fasilitas sekolah berupa bangunan,
kelistrikan, dan peralatan praktik; (h) dan lain-lain (Danim,2010:208).
Menurut Siregar dan
Samsir (2017) Manajemen Mutu Pendidikan atau Total Quality Managemjent (TQM) dapat di terapkan dalam
meningkatkan perilaku produktif tenaga administrasi, dengan menggunakan salah
satu teknik yang sering digunakan dalam suatu organisasi untuk meningkatkan
kinerja dan memaksimalkan daya saing pendidikan melalui perbaikan secara terus
menerus dalam upaya mengubah diri agar dapat bersaing pada era globalisasi.
Dalam dunia pendidikan khususnya di Indonesia dalam meningkatkan mutu
pendidikan banyak yang menggunakan pendekatan TQM dan sudah dipraktikan di
beberapa sekolah. Menurut Fatmasari (2012) menyatakan bahwa strategi dalam
meningkatakan mutu pendidikan dengan menggunakan pendekatan TQM kepala sekolah
sebagai pengambil keputusan dalam menentukan strategi dalam perbaikan yang
secara terus menerus dan berpusat pada pelayanan baik untuk pelanggan baik
internal maupun eksternal, yakni dengan memperhatikan dan melaksanakan hasil
pendapat atau masukan dari pelanggan pendidikan. Menurut Suhardi dan Muslim (2018)
upaya dengan menggunakan pendekatan TQM sangat penting sepanjang penerapannya
tidak menimbulkan kesalahan dalam konsep secara keseluruhan termasuk biaya yang
berlebihan bagi pengguna pendidikan. Kinerja dapat dilihat dari seberapa besar
mereka bekerja secara tepat, cermat, efektif dan efisien. Dalam usaha
meningkatkan kinerja tenaga admistrasi perlu meningkatkan juga kualitas dari
tenaga administrasi itu sendiri. Banyak aspek internal maupun eksternal yang
dapat mendukung terciptanya kinerja yang efektif dan efisien. Dari kondisi yang
ada tersebut sangat diperlukan implementasi TQM dalam meningkatkan kinerja
tenaga administrasi di dalam dunia pendidikan karena sangat penting dalam
meningkatkan mutu pendidikan khususnya di negara Indonesia.
METODE
Penelitian
ini adalah penelitian yang menggunakan metode penelitian literature review (kajian teori). Menurut Hasibuan (2007:42) literature review (kajian literature)
merupakan uraian mengenai teori, temuan, dan bahan penelitian lain yang
diperoleh sebagai bahan acuan untuk dijadikan dasar peneliti untuk melakukan
penelitian. Peneliti menggunakan buku
dan jurnal dengan topik yang dibahas sebagai sumber informasi untuk mendukung
pemecahan masalah yang akan diteliti.
Pada penelitian ini,
penelitian terhadap bahan pustaka ini dilaksanakan oleh peneliti untuk
mengetahui implementasi TQM yang baik dan benar. Bahan pustaka pun tidak
terpusat pada pendidikan, namun juga terpusat pada lainnya. Jabaran
implementasi TQM dari peneliti terdahulu, akan diringkas hingga memperoleh
informasi terkait pengaruh implementasi TQM terhadap pencapaian kinerja yang
baik, khususnya tenaga administrasi di bidang pendidikan.
HASIL
Management
(TQM) terhadap kinerja
Dalam
mengimplemntasikan TQM diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan
daya saing dalam dunia pendidikan. Pada dasarnya meningkatkan kinerja harus ada
pemberdayaan yang dilakukan tidak hanya dengan memiliki masukan tetapi Implementasi
Total Quality juga harus memperhatikan, mempertimbangkan, dan menindaklanjuti
masukan dari pelanggan pendidikan agar dapat diterima atau tidaknya dalam
perbaikan kualitas kinerja. Pada tahap pelaksanaan terhadap kinerja disini
harus mempusatkan perhatian kepada pelanggan baik internal maupun pelanggan
eksternal dalam bidang pendidikan sebagai pihak yang mendukung jalannya
pelaksanaan guna meningkatkan kualitas mutu pendidikan. Pihak pelanggan
eksternal disini memberikan masukan atau menentukan kualitas jasa yang
diberikan kepada mereka untuk mengetahui tingkat kinerja yang ada dalam meningkatkan
mutu pendidikan. Sedangkan pihak pelanggan internal disini memiliki peran yang
sangat besar dalam menentukan kuliatas karena pihak internal ini menentukan
kualitas tenaga kerja, proses dan lingkungan yang berkaitan dengan jasa yang telah
diberikan untuk meningkatkan kinerja dalam peningkatan mutu pendidikan.
Implementasi
TQM berkaitan dengan Tenaga Administrasi Sekolah
Pada dasarnya semakin
tinggi implementasi TQM yang dilakukan
kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja, maka akan tinggi pula kinerja tenaga
administrasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kepala sekolah harus menyadari
bahwa keterlibatan dari tenaga administrasi sekolah akan meningkatkan komitmen
dan kinerja dari pegawai sekolah dan tentunya komitmen ini akan memotivasi
terutama tenaga administrasi agar terus berkarya dan bekerja sesuai tugas dan
fingsi yang telah diberikan kepala sekolah kepada tenaga administrasi sekolah.
Identifikasi
Keterlibatan Tenaga Administrasi terhadap Kinerja
Dalam meningkatkan
kualitas kinerja, tenaga administrasi harus memiliki kualifikasi yang baik,
dengan menetukan standar lulusan sebagai tenaga administrasi di sekolah
tentunya dengan sertifikat apabila tenaga administrasi ini berjabat sebagai
kepala tenaga administrasi, selain kualifikasi juga harus menentukan kompetensi
yang dimiliki tenaga administrasi pendidikan mulai dari kompetensi kepribadian,
sosial, teknis dan manajerial. Apabila kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki
tenaga administrasi baik akan meningkatkan kinerja dalam meningkatkan kualitas
atau mutu pendidikan.
Implementasi
TQM terhadap Kinerja Tenaga Administrasi Sekolah
Berdasarkan
hasil yang diperoleh dalam pengimplementasian TQM terhadap kinerja, perlu
adannya perhatian khusus kepada pelanggan baik internal maupun pelanggan
eksternal dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pelanggan eksternal disini
berperan dalam memberikan masukan kepada jasa yang telah diberikan sedangkan
pelanggan internal disini yakni tenaga yang berperan dalam melaksanakan jasa
yang diberikan. Peran kepala sekolah sangat penting dalam memperhatikan tenaga
admisitrasi di sekolah, kepala sekolah harus menyadari bahwa keterlibatan
tenaga administrasi membantu dalam peningkatan mutu pendidikan, komitmen yang
diberikan kepala sekolah akan memotivasi tenaga administrasi dalam menjalankan
tugas dan fungsinya agar dapat meningkatkan kinerja para tenaga administrasi.
Sebagaimana yang dibutuhkan sekolah untuk meningkatkan kinerja, tenaga
administrasi harus memiliki kualifikasi lulusan jenjang pendidikan dan sertifikasi
yang diperuntukan untuk kepala tenaga administrasi. Serta kompetensi yang harus
dimiliki seorang tenaga administrasi meliputi kompetensi kepribadian, sosial,
teknis, dan sosial yang baik akan meningkatkan kinerja dari tenaga administrasi
itu sendiri. Oleh karena itu, seorang kepala sekolah harus mampu memperhatikan
dalam menjalankan implementasi TQM terhadap kinerja tenaga administrasi sekolah
dalam mengingkatkan kualitas atau mutu dalam dunia pendidikan.
PEMBAHASAN
Implementasi
Total Quality Management (TQM) terhadap kinerja
Menurut Rohiat (2008)
mutu merupakan salah satu bagian dari strategi yang digunakan dalam
pendekatannya yang sistematis dengan menggunakan proses perencanan yang matang.
Perencanaan mutu sekolah harus melewati tahapan yang jelas dan diawali dengan
menganilisis kebutuhan pelanggan (customer) bahkan juga dapat melebihi
kebutuhan pelanggan. Mutu adalah sebuah hasil yang memuaskan dan melebihi
keinginan dan kebutuhan pelanggan (Sallis, 2011). Total Quality Management
(TQM) berpusat pada aspek operasional dalam meningkatkan perbaikan kualitas.
Menurut Jumaili (2006) konsep TQM terdapat lima pokok yang saling berhubungan
yakni : (a) fokus pada pelanggan; (b) perbaikan secara terus menerus; (c)
pengembangan sistem; (d) partispasi secara penuh; dan (e) pengukuran kinerja. Dalam
mengimplemntasikan TQM diharapkan mampu meningkatkan kualitas pelayanan dan
daya saing dalam dunia pendidikan. Pada dasarnya meningkatkan kinerja harus ada
pemberdayaan yang dilakukan tidak hanya dengan memiliki masukan tetapi juga
harus memperhatikan, mempertimbangkan, dan menindaklanjuti masukan dari
pelanggan pendidikan agar dapat diterima atau tidaknya dalam perbaikan kualitas
kinerja. Pada tahap pelaksanaan terhadap kinerja disini harus mempusatkan perhatian
kepada pelanggan baik internal maupun pelanggan eksternal dalam bidang
pendidikan sebagai pihak yang mendukung jalannya pelaksanaan guna meningkatkan
kualitas mutu pendidikan. Pihak pelanggan eksternal disini memberikan masukan
atau menentukan kualitas jasa yang diberikan kepada mereka untuk mengetahui
tingkat kinerja yang ada dalam meningkatkan mutu pendidikan. Sedangkan pihak
pelanggan internal disini memiliki peran yang sangat besar dalam menentukan
kuliatas karena pihak internal ini menentukan kualitas tenaga kerja, proses dan
lingkungan yang berkaitan dengan jasa yang telah diberikan untuk meningkatkan
kinerja dalam peningkatan mutu pendidikan.
Implementasi
TQM berkaitan dengan Tenaga Administrasi Sekolah
Pada dasarnya semakin
tinggi implementasi TQM yang dilakukan
kepala sekolah dalam meningkatkan kinerja, maka akan tinggi pula kinerja tenaga
administrasi dalam meningkatkan mutu pendidikan. Kepala sekolah harus menyadari
bahwa keterlibatan dari tenaga administrasi sekolah akan meningkatkan komitmen
dan kinerja dari pegawai sekolah dan tentunya komitmen ini akan memotivasi
terutama tenaga administrasi agar terus berkarya dan bekerja sesuai tugas dan
fingsi yang telah diberikan kepala sekolah kepada tenaga administrasi sekolah. Hal
yang dapat dilakukan kepala sekolah dalam meningkatkan motivasi kinerja tenaga
administrasi yakni menurut Harris dan Nelson (2008:203) kepala sekolah harus
mampu membangun komunikasi dua arah dengan tenaga administrasi , komunikasi dua
arah akan memudahkan dalam mengambil keputusan. Hal ini akan membantu kepala
sekolah dalam berdiskusi dan berinteraksi dengan tenaga administrasi sekolah,
dan mampu meningkatkan motivasi kerja tenaga administrasi dalam menjalankan
tugasn dan fungsinya. Sedangkan menurut Suryana (2014) dalam melaksanakan tugas
dan fungsinya seorang tenaga administrasi harus memiliki pengetahuan,
ketrampilan, dan komitmen terhadap sebuah pekerjaan yang diberikan. Sikap
tenaga administrasi harus mengarah pada perilaku kerja yang prestatif yaitu
keinginan untuk terus maju, komitmen tinggi, beratnggung jawab, toleransi,
kreatif dan fleksibel.
Identifikasi
Keterlibatan Tenaga Administrasi terhadap Kinerja
Dalam meningkatkan
kualitas kinerja, tenaga administrasi harus memiliki kualifikasi yang baik,
dengan menetukan standar lulusan sebagai tenaga administrasi di sekolah
tentunya dengan sertifikat apabila tenaga administrasi ini berjabat sebagai
kepala tenaga administrasi, selain kualifikasi juga harus menentukan kompetensi
yang dimiliki tenaga administrasi pendidikan mulai dari kompetensi kepribadian,
sosial, teknis dan manajerial. Apabila kualifikasi dan kompetensi yang dimiliki
tenaga administrasi baik akan meningkatkan kinerja dalam meningkatkan kualitas
atau mutu pendidikan. Menurut Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2008 tentang
Standar Tenaga Administasi Sekolah / Madrasah Pasal 1 ayat 2 yakni untuk dapat
diangkat sebagai tenaga administrasi sekolah/madrasah seseorang harus memenuhi
standar tenaga administrasi sekolah/madrasah yang berlaku secara nasional.
Tenaga administrasi harus memilikin kualifikasi minimal lulusan SMK atau
sederajat dan untuk kepala tenaga administrasi sekolah harus memiliki
kualifikasi minimal lulusan S1, berpengalaman minimal 4 tahun seta memiliki
sertifikat dari lembaga yang telah ditetapkan oleh pemerintah. Sedangkan
kompetensi yang harus dimiliki akan dijabarkan sebagai berikut. Dimensi
kompetensi yang pertama yakni kompetensi kepribadian meliputi : memiliki
intregitas dan akhlak mulia, memiliki etos kerja, pengendalian diri, percaya
diri, fleksibilitas, ketelitian, kedisiplinan, kreatif dan inovasi, tanggung
jawab. Kedua yakni dimensi kompetensi sosial meliputi : bekerja dalam tim,
pelayanan prima, kesadaran berorganisasi, berkomunikasi efektif, dan membangun
hubungan kerja. Ketiga yakni dimensi kompetensi teknis meliputi : kompetensi untuk melaksanakan administrative
kepegawaian, keuangan, sarana dan prasarana, humas, persuratan dan pengarsipan,
administrasi kesiswaan, administrasi kurikulum, administrasi layanan khusus,
dan penerapan teknologi informasi dan komunikasi. Dan keempat yakni dimensi
kompetensi manajerial (khusus untuk kepala administrasi sekolah/madrasah)
meliputi : mendukung pengelolaan standar nasional pendidikan, menyusun program
dan laporan kerja, mengorganisasikan staf, mengembangkan staf, mengambil keputusan,
menciptakan iklim kerja yang kondusif, mengoptimalkan pemanfaatan sumber daya,
membina staf, mengelola konflik, dan menyusun laporan.
Implementasi
TQM terhadap Kinerja Tenaga Administrasi Sekolah
Berdasarkan
hasil yang diperoleh dalam pengimplementasian TQM terhadap kinerja, perlu
adannya perhatian khusus kepada pelanggan baik internal maupun pelanggan
eksternal dalam meningkatkan mutu pendidikan. Pelanggan eksternal disini
berperan dalam memberikan masukan kepada jasa yang telah diberikan sedangkan pelanggan
internal disini yakni tenaga yang berperan dalam melaksanakan jasa yang
diberikan. Peran kepala sekolah sangat penting dalam memperhatikan tenaga
admisitrasi di sekolah, kepala sekolah harus menyadari bahwa keterlibatan
tenaga administrasi membantu dalam peningkatan mutu pendidikan, komitmen yang
diberikan kepala sekolah akan memotivasi tenaga administrasi dalam menjalankan
tugas dan fungsinya agar dapat meningkatkan kinerja para tenaga administrasi.
Sebagaimana yang dibutuhkan sekolah untuk meningkatkan kinerja, tenaga
administrasi harus memiliki kualifikasi lulusan jenjang pendidikan dan
sertifikasi yang diperuntukan untuk kepala tenaga administrasi. Serta
kompetensi yang harus dimiliki seorang tenaga administrasi meliputi kompetensi
kepribadian, sosial, teknis, dan sosial yang baik akan meningkatkan kinerja
dari tenaga administrasi itu sendiri. Oleh karena itu, seorang kepala sekolah
harus mampu memperhatikan dalam menjalankan implementasi TQM terhadap kinerja
tenaga administrasi sekolah dalam mengingkatkan kualitas atau mutu dalam dunia
pendidikan.
SIMPULAN
Total
Quality Management (TQM ) merupakan
pendekatan yang dilakukan dalam meningkatkan kinerja tenaga administrasi
sekolah guna mencapai mutu pendidikan. Terdapat lima konsep TQM dalam meningkatkan
kinerja a) fokus pada pelanggan; (b) perbaikan secara terus menerus; (c)
pengembangan sistem; (d) partispasi secara penuh; dan (e) pengukuran kinerja.
Terdapat juga empat tahapan dalam meningkatkan kinerja tenaga administrasi
pendidikan melalui TQM yakni: (1) Implementasi Total Quality Management (TQM)
terhadap kinerja; (2) Implementasi TQM berkaitan dengan Tenaga Administrasi
Sekolah; (3) Identifikasi Keterlibatan Tenaga Administrasi terhadap Kinerja;
(4) Implementasi TQM terhadap Kinerja Tenaga Administrasi Sekolah. Dengan
menggunakan tahapan ini dapat mengetahui seberapa penting implementasi TQM
terhadap kinerja tenaga administrasi di dalam dunia pendidikan. Dan ini
membuktikan bahwa pengimplementasian TQM sangat penting, dengan adannya implementasi
ini sekolah mampu meningkatkan kinerja tenaga administrasi sekolah. Upaya yang
dilakukan kepala sekolah mulai dari memfokuskan pelanggan baik internal maupun
eksternal, memperbaiki secara terus menerus pelayanan dan menetapkan kualitas
tenaga administrasi sesuai dengan tugas dan fungsinya, pengembangan sistem
yakni peningkatan sistem layanan dari masukan pihak eksternal, partisipasi
secara penuh yakni peran kepala sekolah yang mampu mengkoordinasi semua tenaga
administrasi dalam menjalankan tugasnya, dan pengukuran kinerja dengan
melakukan evaluasi setiap tahunnya terhadap hasil yang telah diselesaikan
setiap anggota tenaga administrasi untuk menilai kinerja tenaga administrasi.
DAFTAR RUJUKAN
Danim, S. dan Danim, Y.
2010. Administrasi Sekolah & Manajemen Kelas. Bandung:
CV.Pustaka Setia. Cetakan Pertama.
Fatmasari, Dewi 2012. Perilaku Kepemimpinan Kepala Sekolah dalam
Menerapkan Total Quality Management di SMA PIKA Semarang. Jurnal Education
Management Vol. 1 No. 2 (2012). (Online) (http://journal.unnes.ac.id/),
diakses pada 28 April 2013.
Harris, Thomas E. &
Mark D. Nelson. (2008). Applied Organizational Communication. New
York: Lawrence Erlbaum Associates Is An Imprint Of Taylor & Francis Group.
Hasibuan, Z.A. 2007. Metodologi Penelitian pada Bidang Ilmu
Komputer dan Teknologi Informasi: Konsep, Teknik dan Aplikasi. Depok:
Universitas Indonesia
Jumaili, S. dan Gudono. 2006. Hubungan Komponen Sistem Pengendalian
Manajemen (Quality Goal, Quality Feedback dan Quality Incentive) terhadap
Kinerja Kualitas dan Konsekuensi terhadap Kinerja Keuangan. (Online) (http://download.portalgaruda.org), diakses pada 23 November 2018
Rohiat. 2008. Manajemen Sekolah, Teori Dasar dan Praktik dilengkapi
dengan Contoh Rencana Strategis dan rencana Operasional. Bandung: PT.Refika
Aditama
Permendiknas RI Nomor 24 Tahun 2008 tentag Standar
Tenaga Administrasi Sekolah/Madrasah
Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2003 Tentang Sistem
Pendidikan Nasional
Sallis, Edward. 2011. Manajemen Mutu Terpadu Pendidikan, Peran
Strategis Pendidikan di Era Globalisasi Modern. Jogjakarta: Irchisod
Siregar, A.Y dan Samsir. 2017. Pengaruh
Implementasi Total Quality Management (TQM) terhadap Pencapaian Kinerja
Perusahaan TNT-Express Indonesia. (Online) (https://ejournal.unri.ac.id), diakses pada 23 November 2018
Suhardi, M. dan Muslim, A. 2018. Manajemen Mutu
Terpadu di SMA Unggulan Kota Mataram. (Online) (http://ojs.ikipmataram.ac.id), diakses pada 23 November 2018
Suryana,
A., dkk. 2018. Manajemen Capacity
Building Tenaga Administrasi Sekolah di Sekolah Laboratorium UPI. (Online)
(http://ejournal.upi.edu),
diakses pada 23 November 2018






0 komentar:
Posting Komentar