IMPLEMENTASI
TOTAL QUALITY MANAGEMENT MELALUI KINERJA GURU DALAM MENINGKATKAN MUTU
PENDIDIKAN
Ramadhanti
Dita Nur Safitri
Email : ditaicha45@gmail.com
Abstract :. The
research aims to describe the implementation of total quality management
through the performance of teachers in improving the quality of education. The
research method used is the literature review data collection technique. The
collected literature is then analyzed. The results obtained by teacher
performance have an effect on improving the quality of education, while the
implementation of total quality management has an effect on improving the
quality of education. Simultaneously teacher performance and implementation of
total quality management have an effect on improving the quality of education.
Keywords: Teacher Performance, Total Quality Management, Education Quality.
Abstrak : Penelitian bertujuan untuk mendeskripsikan
implementasi total quality manajemen melalui kinerja guru dalam meningkatkan
mutu pendidikan. Metode penelitian yang digunakan dengan teknik pengumpulan
data literature review. Literature yang telah terkumpul kemudian
dianalisis. Hasil yang diperoleh secara kinerja guru berpengaruh terhadap
peningkatan mutu pendidikan, sedangkan implementasi total quality management
berpengaruh terhadap peningkatan mutu pendidikan. Secara simultan kinerja guru
dan implementasi total quality managemen berpengaruh terhadap peningkatan mutu
pendidikan.
Kata Kunci : Kinerja Guru, Total Quality
Management, Mutu Pendidikan.
PENDAHULUAN
Sumber daya Manusia dapat diartikan
sebagai pegawai, karyawan, pekerja yaitu orang yang mempekerjakan atau orang
yang mempunyai pekerjaan. Penggunaan istilah sumber daya manusia dimaksudkan
untuk memperluas kajian sehingga lebih bersifat universal dan tidak mengarah
pada satu bidang tertentu saja. Dalam dunia pendidikan ada dua kelompok manusia
dalam melaksanakan pendidikan yang pada tataran teknis operasional dapat diistilahkan:
(1) kelompok orang yang disebut peserta didik, dan (2) kelompok orang yang
disebut pendidik dan tenaga pendidikan. Semua orang yang menyelenggarakan
proses pendidikan merupakan pegawai dari dun ia pendidikan yang disebut juga
sumber daya manusia pendidikan. Dalam Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 20
Tahun 2003 tentang Sistem Pendidikan Nasional, secara teknis disebutkan istilah
pendidik dan tenaga kependidikan. Pendidik adalah tenaga pendidikan yang
berkualifikasi sebagai guru , dosen, konselor, pamong belajar, widyaiswara,
tutor, instruktur, fasilitator, dan sebutan lain yang sesuai dengan
kekhususannya, serta berpartisipasi dalam menyelenggarakan pendidikan. Guru
adalah pendidik professional dengan tugas utama mendidik, mengajar, membimbing,
mengarahkan, melatih, menilai, dan mengevaluasi siswa pada pendidikan anak usia
dini jalur pendidikan formal, pendidikan dasar, dan menegah (Suprihatiningrum,
2014:24). Sebuah lembaga pendidikan yang
baik harus memiliki sumber daya manusia yang berkualitas, yang mampu bersaing
di negara maju tentukannya diperlukan seorang pendidik yang professional untuk
menentukan sebuah keberhasilan pendidikan. Kinerja berkaitan dengan apa yang
dikerjakan dan bagaimana mengerjakannya. Kinerja merupakan hasil pekerjaan yang
mempunyai hubungan kuat dengan tujuan stategis organisasi, kepuasan publik, dan
memberikan kontribusi ekonomi (Amstrong dan Baron, dalam Wibowo, 2007: 2).
Berdasarkan definisi kinerja
yang dikemukakan oleh beberapa ahli di atas, dapat disimpulkan bahwa kinerja
adalah hasil kerja atau prestasi yang dicapai oleh seseorang, yang dinilai
berdasarkan kualitas dan kuantitasnya,sesuai dengan tugas dan tanggung jawab
yang dibebankan kepadanya dalam rangka mencapai tujuan bersama. Dengan
demikian,
Pendidikan diharapkan dapat mengubah dan
mengembangkan kualitas dari generasi ke generasi. Untuk itu perlu adanya
peningkatan mutu dibidang pendidikan, sebab hanya dengan pendidikan suatu
masyarakat dapat mengikuti perkembangan zaman. Meningkatkan mutu pendidikan
maka kualitas sumber daya manusia pun akan berkembang dengan berjalannya waktu.
Upaya meningkatkan sumber daya manusia yang berkualitas, bidang pendidikan
memegang peranan penting karena pendidikan akan dapat mengembangkan kemampuan
serta meningkatkan mutu kehidupan bangsa Indonesia. Di samping itu akan
terwujud sumber daya manusia yang terampil, berpendidikan dan berkualitas
sebagai pelaksanaan pembangunan dalam upaya mewujudkan tujuan nasional. Sumber
daya manusia dapat terwujud dengan optimal sesuai dengan harapan melalui
pendidikan karena dengan pendidikan siswa belajar berbagai hal tentang ilmu
pengetahuan. Peningkatan mutu pendidikan juga dipengaruhi oleh beberapa faktor
yang dapat mengakibatkan kualitas mutu pendidikan akan menjadi baik atau buruk.
Faktor yang dapat mempengaruhi peningkatan mutu pendidikan yaitu kinerja guru
dan total quality managament (TQM).
Hal yang perlu diperhatikan untuk
mencapai kinerja guru yang tinggi diperlukan adannya motivasi dari guru untuk
meningkatkan kinerjanya secara utuh. Kemampuan dan motivasi yang tinggi
didasarkan pada keinginan yang kuat dari setiap guru untuk berkarya. Motivasi
kerja merupakan kegiatan yang dapat menimbulkan semangat atau dorongan bekerja
baik secara individu maupun kelompok guna mencapai tujuan yang ditetapkan.
Sedangkan motivasi kerja guru ialah kondisi dimana guru mempunyai kemauan atau
kebutuhan untuk mencapai tujuan tertentu melalui pelaksanaan suatu tugas.
Pengertian kinerja (prestasi kerja) adalah hasil kerja secara kualitas dan
kuantitas yang dicapai oleh pegawai dalam melaksanakan tugasnya sesuai dengan
tanggung jawab yang diberikan kepadanya.
Manajemen mutu terpadu atau total
quality management (TQM) merupakan konsep yang mempunyai nilai-nilai yang
baik untuk perkembangan organisasi di semua sektor kehidupan. Menurut
Suharsaputra (2010) Total Quality Management (TQM) juga merupakan suatu
pendekatan yang mencoba untuk memaksimumkan daya saing organisasi melalui continuous
improvement (perbaikan terus-menerus) atas produk, jasa, manusia, proses
dan lingkungannya. Program TQM menitikberatkan pada kualitas secara total dalam
organisasi. Beberapa sekolah ada yang telah menerapkan TQM dan berhasil meningkatkan
kinerjanya, namun ada juga yang belum mampu meningkatkan kinerjanya. Total
quality management (TQM) juga merupakan suatu pendekatan yang mencoba untuk
memaksimumkan daya saing organisasi melalui continuous improvement (perbaikan
terus menerus) atas produk, jasa, manusia, proses dan lingkungannya.
Suatu lembaga pendidikan yang mempunyai
kinerja guru yang cukup baik hal ini terbukti dari prestasi yang dicapai siswa
untuk sekolahnya. Guru selalu mengupayakan yang terbaik untuk siswa dalam
meningkatan mutu pendidikan sekolahnya serta kualitas lulusan setiap tahunnya. Sekolah
yang sudah menerapkan Manajemen Mutu Terpadu atau Total Quality Management (TQM).
Sekolah selalu berusaha memberikan pelayanan yang menunjang fasilitas sekolah
yang dapat dimanfaatkan dengan baik, keamanan dan kenyamanan siswa di sekolah
juga sangat diperhatikan. Kepuasan siswa maupun orang tua sangat menjadi
prioritas yang ingin dicapai sekolah. Setiap tahun sekolah selalu berusaha
memperbaiki sarana dan prasarana sekolah untuk peningkatan mutu pendidikan yang
baik. Peningkatan mutu pendidikan di sekolah sedikit banyak dipengaruhi kepala
sekolah dan juga adanya team work di lingkungan sekolah..
METODE
Penelitian ini merupakan penelitian yang menggunakan
metode penelitian literature review (kajian
literatur). Menurut Marzali (2016:27)
literature review (kajian literatur)
adalah salah satu penelusuran dan penelitian kepustakaan dengan membaca
berbagai buku, jurnal, dan terbitan-terbitan lain yang berkaitan dengan topik
penelitian untuk menghasilkan satu tulisan berkenaan dengan satu topik atau isu
tertentu. Peneliti menggunakan buku dan jurnal terkait dengan topik yang akan
dibahas sebagai sumber informasi untuk mendukung pemecahan masalah yang
diteliti.
Adapun langkah-langkah dalam melakukan teknik literature review, yaitu menentukan
permasalahan yang akan diangkat, mencari sumber-sumber (literature) yang relevan dengan permasalahan, menganalisis data,
dan yang terakhir yaitu mengambil kesimpulan. Melalui literature yang terkumpul, peneliti memperkaya sebanyak mungkin
informasi yang ada terkait dengan proses perbaikan berkelanjutan dalam upaya
peningkatan mutu sekolah.
HASIL
Pada
dasarnya faktor penghambat yang menjadikan kinerja guru tidak sesuai dengan
mutu pendidikan seperti kurangnya kesadaran diri siswa akan kegiatan belajar.
Siswa kurang memperhatikan saat guru sedang menjelaskan materi pembelajaran,
hal ini menyebabkan siswa tidak fokus pada pembelajaran yang diajarkan guru di
depan kelas. Pengaruh yang sesuai dengan implementasi total quality
mangement terhadap peningkatan mutu pendidikan dikarenakan sekolah
memberikan fasilitas dan layanan dalam proses pembelajaran untuk menumbuhkan
motivasi belajar siswa guna mendapatkan hasil belajar yang ingin dicapai. Fasilitas
dan layanan yang diberikan pihak sekolah antara lain tersedianya ruang kelas
yang nyaman untuk digunakan, tersedianya ruang laboratorium untuk menunjang
kegiatan belajar siswa, dan pelayanan yang ramah dari para karyawan sekolah.
Kinerja guru yang baik akan meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar
(kbm), kualitas yang meningkat akan mempengaruhi kriteria ketuntasan minimal
(kkm) siswa. Meningkatnya kualitas maka daya keterserapan untuk kuliah atau
kerja juga meningkat, sehingga mutu pendidikan akan tercapai dengan baik.
PEMBAHASAN
Kinerja adalah hasil kerja secara
kualitas dan kuantitas yang dicapai oleh seorang pegawai dalam melaksanakan
tugasnya sesuai dengan tanggung jawab yang diberikan kepadanya. (Mangkunegara,
2015). Faktor yang menjadikan kinerja guru tidak sesuai terhadap mutu
pendidikan adalah kurangnya kesadaran diri siswa akan kegiatan belajar. Siswa
kurang memperhatikan saat guru sedang menjelaskan materi pembelajaran, hal ini
menyebabkan siswa tidak fokus pada pembelajaran yang diajarkan guru di depan
kelas. Jam belajar pada siang hari juga dapat menjadikan konsenterasi siswa
menurun karena siswa sudah laapar ataupun mengantuk sehingga dapat membuat
siswa tidak fokus. Siswa yang duduk di bagian belakang cenderung ramai atau
berbicara sendiri dengan temannya yang tidak berhubungan dengan materi. Guru
harus senantiasa mengendalikan siswa dengan lebih bekerja keras untuk
memberikan perhatian agar siswa dapat memperhatikan dan fokus saat kegiatan
belajar mengajar. Menurut Kompri (2015) mutu pendidikan akan tercapai jika
secara kognitif siswa mencapai prestasi yang membanggakan yang diperlihatkan
dengan nilai akademik, namun juga secara afektif siswa memiliki perilaku yang
patut dicontoh. Jadi, dapat disimpulkan bahwa dalam meningkatkan mutu
pendidikan tidak hanya dari guru atau orang terdekat melainkan juga diperlukan
keinginan dari dalam diri individu tersebut untuk mencapai prestasi yang
membanggakan.
Implementasi
total quality mangement terhadap peningkatan mutu pendidikan dikarenakan
sekolah memberikan fasilitas dan layanan dalam proses pembelajaran untuk
menumbuhkan motivasi belajar siswa guna mendapatkan hasil belajar yang ingin
dicapai. Fasilitas dan layanan yang diberikan pihak sekolah antara lain
tersedianya ruang kelas yang nyaman untuk digunakan, tersedianya ruang
laboratorium untuk menunjang kegiatan belajar siswa, dan pelayanan yang ramah
dari para karyawan sekolah. Menurut
Darmadji (2008) implementasi total quality management dalam peningkatan
mutu pendidikan menyatakan bahwa: (1) siswa menikmati situasi sekolahnya; (2)
orang tua siswa puas dengan layanan; (3) tingkat konsistensi pelayanan umum dan
pelaksanaan pembangunan untuk kepentingan peningkatan kualitas SDM (guru,
tenaga kependidikan dan staf.
Membahas tentang mutu tidak terlepas
dari tujuan peningkatan mutu layanan itu sendiri, yaitu untuk memuaskan
pelanggan. Pelanggan institusi pendidikan sebagai penyedia jasa terbagi menjadi
pelanggan internal dan eksternal. Pelanggan eksternal ialah pelanggan utama
institusi pendidikan, seperti orang tua, peserta didik, masyarakat dan
lain-lain yang merasakan langsung mutupelayanan. Pelanggan internal ialah
pelanggan yang menjadi pekerja dalam penyedia jasa itu sendiri, karena
masing-masing pekerja dalam intitusi turut menjadi penyedia jasa bagi rekan
kerjanya (Sallis, 2011: 69). Menjamin mutu Sekolah selalu berusaha untuk
meningkatkan mutu dari fasilitas dan pelayanannya setiap tahun, hal ini
bertujuan untuk memenuhi kebutuhan proses belajar siswa. Hubungan sosial yang
baik juga dapat mempengaruhi semangat belajar siswa untuk mencapai prestasi
yang baik. Menjaga hubungan sosial yang baik siswa merasa nyaman dengan
lingkungan sekitar, baik itu hubungan dengan sesama teman, hubungan dengan guru
ataupun hubungan dengan karyawan sekolah. Hubungan yang harmonis dapat
menciptakan semangat untuk melakukan kegiatan, termasuk kegiatan belajar di
sekolah yang dapat memicu peningkatan prestasi dan mutu pendidikan semakin
berkualitas.
Hal
ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan mutu pendidikan, pihak sekolah harus
saling bekerjasama untuk selalu memberikan fasilitas dan pelayanan kepada siswa
agar siswa merasa senang dalam proses pembelajaran. Pengaruh signifikan kinerja
guru dan implementasi total quality management terhadap peningkatan mutu
pendidikan dikarenakan siswa merasa senang bila semua kebutuhan dalam proses
pembelajaran telah dipenuhi oleh pihak sekolah dan guru juga menggunakan
variasi pembelajaran yang menarik, hal ini membuat siswa menjadi semangat dalam
belajar yang dapat mencapai prestasi yang baik. Kinerja guru yang baik akan
meningkatkan kualitas kegiatan belajar mengajar (kbm), kualitas yang meningkat
akan mempengaruhi kriteria ketuntasan minimal (kkm) siswa. Meningkatnya
kualitas maka daya keterserapan untuk kuliah atau kerja juga meningkat,
sehingga mutu pendidikan akan tercapai dengan baik. Mutu pendidikan sekolah
akan terlihat dari kualitas yang dihasilakan, semakin tinggi kualitas yang
dihasilkan semakin bagus mutu pendidikan sekolah tersebut. Meningkatkan
pelayanan dan perkembangan yang terus menerus akan menjadikan mutu pendidikan
meningkat. Perkembangan peningkatan pelayanan sekolah akan memuaskan kebutuhan
pelanggan (siswa/ orang tua siswa).
KESIMPULAN
Kinerja guru berpengaruh terhadap peningkatan mutu
pendidikan. Hal ini dikarenakan kurangnya kesadaran dari diri siswa tentang
pentingnya kegiatan belajar. Artinya guru yang sudah menjelaskan materi
pembelajaran dengan jelas tetapi siswanya tidak memperhatikan atau ramai
sendiri sehingga tidak fokus dengan pembelajaran yang didepan dan siswa tidak
paham. Implementasi total quality management memiliki pengaruh
signifikan terhadap peningkatan mutu pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa
semakin baik fasilitas, kepercayaan, komunikasi maka dapat meningkatan mutu
pendidikan yang akan memuaskan pelanggan yaitu siswa ataupun orang tua siswa.
Artinya, pelanggan sudah mempercayai pihak sekolah akan semua biaya yang
diminta untuk kebutuhan pendidikan. Sekolah selalu memberikan rincian
pembayaran ataupun iuran dengan jelas kepada siswa, sehingga siswa maupun orang
tua siswa percaya terhadap pihak sekolah. Kinerja guru dan implementsi total
quality management secara simultan memiliki pengaruh signifikan terhadap
peningkatan mutu pendidikan. Hal ini menunjukkan bahwa untuk meningkatkan mutu
pendidikan belajar siswa maka pihak sekolah harus saling bekerjasama untuk
selalu memberikan fasilitas dan pelayanan terbaik kepada siswa agar siswa
merasa senang dalam proses pembelajaran.
DAFTAR RUJUKAN
Mangkunegara,
P. A. (2015). Manajemen Sumber Daya Manusia Perusahaan. Bandung: PT
Remaja Rosdakarya
Mulyasa, H.E.
2007. Manajemen Sumber Daya Manusia Cet. 9. Jakarta: BumiAksara.
Mulyasa, H.E.
2013. Manajemen & Kepemimpinan Kepala Sekolah Cet. 3. Jakarta: Bumi
Aksara.
Mulyasa, H.E. 2013. Uji Kompetensi
dan Penilaian Kinerja Guru. Bandung: PT Remaja Rosdakarya.
Suharsaputra,
U. 2010. Administrasi Pendidikan. Bandung: PT Refika Aditama.
Sallis, Edward. 2011. Manajemen Mutu
Terpadu Pendidikan. Jogjakarta : Penerbit IRCiSoD
Wibowo.
2007. Manajemen Kinerja. Jakarta : PT. Raja Grafindo Persada
Trihandayanti, Utomo, & Astuti.
Pengaruh Kinerja Dan Implementasi Total Quality Manajemen Terhadap Peningkatan
Mutu Pendidikan SMK N 5 MADIUN. (Online). diakses pada 10 November 2018