Rabu, 01 Mei 2019

KEHADIRAN DAN KETIDAK HADIRAN PESERTA DIDIK

 KEHADIRAN DAN KETIDAK HADIRAN PESERTA DIDIK

A.     Pengertian kehadiran dan ketidak hadiran
Menurut Imron (1995:59) kehadiran peserta didik di sekolah (school attandence) adalah kehadiran dan keikutsertaan peserta didik secara fisik dan mental terhadap aktivitas sekolah pada jam-jam efektif sekolah. Sedangkan ketidak hadiran adalah ketiadaan partisispasi secara fisik peserta didik terhadap kegiatan-kegiatan sekolah.
Pada jam-jam efektif sekolah peserta didik memang harus berada di sekolah. Kalau tidak ada di sekolah. Jika tidak datang ke sekolah haruslah memberikan keterangan yang sah serta diketahui oleh orang tua dan wali. Hal ini sangat penting oleh karena ada insiden-insiden seperti: peserta didik menyatakan kepada orang tua atau wali  bahwa ia berangkat ke sekolah, tetapi ternyata tidak hadir disekolah.
Menurut dijelaskan bahwa kehadiran merupakan suatu yang penting dalam proses manajemen peserta didik itu sendiri karena dalam kehadiran pula siswa bisa dilihat bagaimana perkembagan dalam belajar.
1.      Kehadiran dalam proses belajar mengajar
a.       Pengertian kehadiran.
Kehadiran peserta didik dalam kelas biasa disebut dengan istilah presensi. Kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik dianggap sebagai hal yang sangat penting. Karena kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik dapat memengaruhi prestasi belajar peserta didik. Kehadiran peserta didik adalah keikutsertaan peserta didik secara fisik dan mental terhadap aktivitas sekolah pada jam-jam efektif di sekolah.
b.      Pembagian kehadiran.
Kehadiran peserta didik dibagi menjadi tiga yaitu:
1)        Alpa : ketidakhadiran tanpa keterangan yang jelas, dengan alasan yang tidak dapat dipertanggungjawabkan.

2)        Ijin: ketidakhadiran dengan keterangan dan alasan tertentu yang bisa dipertanggungjawabkan, biasanya disertai surat pemberitahuan dari orang tua.
3)        Sakit: ketidakhadiran dengan alasan gangguan kesehatan, biasanya disertai surat pemberitahuan dari orangtua atau surat keterangan sakit dari dokter.
Kehadiran peserta didik dalam tingkat kelas merupakan tanggungjawab wali kelas. Sehingga wali kelas harus dapat bertanggungjawab mengenai data kehadiran peserta didik secara akurat. Wali kelas juga dituntut untuk dapat menyajikan laporan kehadiran peserta didik dalam bentuk tabel atau grafik guna memantau perkembangan kehadiran peserta didik. Namun, kehadiran peserta didik dalam tingkat sekolah biasanya menjadi tanggungjawab wakasek kesiswaan. Sama hal nya dengan wali kelas wakasek kesiswaan juga memiliki peran untuk bertanggungjawab dalam mendata kehadiran peserta didik secara akurat, serta dapat menyajikannya dalam bentuk tabel atau grafik.
Informasi tentang rekapitulasi kehadiran peserta didik sangat diperlukan guna memantau perkembangan masing-masing peserta didik dan juga berguna bagi sekolah untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik yang mengalami kesulitan dalam hadir ke sekolah. Selain itu rekapitulasi yang nantinya akan disampaikan oleh sekolah kepada masing-masing orangtua peserta didik juga dapat berguna bagi orangtua untuk selalu memantau anaknya.
c.       Tujuan kehadiran
Tujuan kehadiran peserta didik ke sekolah menurut E. Mulyasa antara lain:
1)Untuk mengembangkan bakat dan pengalaman belajar.
2)Untuk menjalin komunikasi antara guru dan siswa serta sesama siswa.
3)Untuk mempelajari dan memahami pesan yang disampaikan guru dikelas.
4)Untuk membentuk sikap dan sifat demokrasi siswa.
5)Untuk mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki siswa.


B.     Sebab –sebab ketidakhadiran peserta didik
Menurut Imron (1995:60) ada banyak sumber penyebab ketidakhadiran peserta didik disekolah. Pertama, ketidak hadiran yang bersumber dari lingkungan keluarga. Ada kalanya suatu keluarga mendukung terhadap kehadiran peserta didik disekolah dan ada kalanya tidak mendukung. Bahkan dapat juga terjadi bahwa keluarga justru menjadi perintang bagi peseta didik untuk hadir disekolah. Pemecahan atas ketidakhadiran pserta didik yang bersumber dari keluarga demikian tentulah lebih ditujukan pada langkah-langkah kuratif bagi keluarga.
Ada banyak penyebab peserta didik tidak dapat hadir ke sekolah. Baik faktor dari diri sendiri (faktor internal) dan yang berasal dari luar (faktor eksternal). Contoh dari faktor internal yaitu karena persepsi tentang kehadiran, disiplin diri, dan motivasi belajar yang rendah. Contoh faktor internal yaitu lingkungan sekolah dan pergaulan yang kurang kondusif. Lingkungan keluarga merupakan salah satu faktor eksternal yang mungkin bisa menyebabkan ketidakhadiran siswa di sekolah.
Usaha guru untuk meningkatkan kehadiran siswa.
Terdapat beberapa program sekolah yang dapat digunakan untuk menanggulangi maraknya peserta didik yang membolos. Diantaranya dengan cara memanggil orangtua dari peserta didik tersebut dan memberikan pemahaman kepada orangtua peserta didik bahwa yang bertanggungjawab terhadap peserta didik bukan hanya pihak sekolah saja tetapi harus ada juga pertanggungjawaban dari orangtua. Lalu siswa yang sering membolos bisa diberi buku absensi khusus, yang harus dilaporkan kepada wali kelas masing-masing. Absensi khusus ini berupa buku wajib lapor yang diberikan kepada siswa yang sudah benar-benar keterlaluan. Dan diharapkan dengan program-program tersebut dapat memberikan efek jera kepada peserta didik agar tidak suka membolos lagi.
Secara umum ada tiga upaya yang harus dilakukan oleh guru pembimbing untuk meningkatkan kehadiran peserta didik, yaitu:
1.      Guru pembimbing hendaknya memberikan motivasi kepada peserta didik. Motivasi yang diberikan guru pembimbing tentang pentingnya kehadiran dalam proses pembelajaran serta psikis akan berdampak positif terhadap pemikiran dan sikap siswa, sehingga tujuan pembelajaran akan tercapai.
2.      Guru pembimbing hendaklah menerapkan sistem reward bagi siswa yang tingkat kehadirannya tinggi dan punishment bagi siswa yang tingkat kehadirannya rendah. Hal ini diharapkan menjadi sebuah support bagi siswa untuk senantiasa meningkatkan kehadirannya dan perbuatan preventif (pencegahan) bagi siswa yang kurang kehadirannya.
3.      Guru pembimbing hendaknya mengupayakan adanya hubungan kerjasama yang baik dengan orangtua siswa baik melalui surat atau sms. Sehingga kepedulian terhadap kemajuan belajar siswa termasuk kehadiranya bukanlah mutlak tugas guru semata tetapi juga pengawasan dari orangtua.

Ketidakhadiran yang disebabkan atau bersumber dari keluarga adalah sebagai berikut:
1.      Kedua orang tuanya baik ayah tau ibu bekerja. Hal demikian bisa terjadi mengingat disamping peserta didik tersebut tidak mendapatkan pengawasan keluarga, juga bisa jadi yang bersangkutan memang disuruh menjaga rumah oleh kedua orangtuanya.
2.      Ada kegiatan keagamaan dirumah. Kegiatan keagamaan demikian terutama  pada masyarakat yang religius bisa menjadikan penyebab peserta didik tidak hadir disekolah.
3.      Ada persoalan dilingkungan keluarga. Meskipun masalah tersebut tidak bersangkut paut dengan pserta didik umumnya juga mempengaruhi jiwa peserta didik. Misalnya adanya pertengkaran antara ayah dan ibu, bisa menjadikan penyebab bagi pserta didik untuk tidak hadir.
4.      Ada kegiatan darurat di rumah. Kegiatan yang sifatnya darurat , lazim memaksa anak untuk turut menyelesaikan sesegera mungkin. Hal demikian bisa menjadikan pserta didik tidak hadir di sekolah.
5.      Adanya keluarga, family atau handai taulan yang pindah rumah. Ini seringkali menjadikan peserta didik untuk turut serta membantu serta mengadirinya. Tidak jarang pindah rumah demikian bersamaan dengan hari dan atau jam sekolah. Pindah rumah memang tidak mempertimbangkan aspek peserta didik sedang bersekolah atau tidak.
6.      Ada kematian. Kematian didalam keluarga umumnya membawa duka bagi anak. Oleh karena dukanya tersebut anak kemudian tidak hadir di sekolah.
7.      Letak rumah yang jauh dari sekolah. Hal demikian tidak jarang menjadikan pserta didik malas untuk hadir ke sekolah.
8.      Ada keluarga yang sakit. Pada saat salah seorang anggota keluarga ada yang sakit tidak jarang peserta didik untuk menunggu atau merawatnya, sehingga menjadi penyebab peserta didik tidak bersekolah.
9.      Baju seragam yang tidak ada lagi. Ini diamlami oleh mereka yang secara ekonomi mememang lemah. Tidak seragam ke sekolah dihawatirkan mendapat sangsi umumnya pserta didik memilih tidak hadir ke sekolah.
10.  Kekurangan makanan yang sehat. Ini terjadi pada peserta didik yang berada pada kantong kemiskinan.
11.  Ikut orang tua berlibur. Hari libur kerja orang tua yang tidak bersamaan dengan hari libur sekolah bisa memberikan peluang bagi tidak hadirnya peserta didik ke sekolah.
12.  Orang tua pindah tempat kerja. Orang tua yang pindah tempat kerja bisa menyebabkan anak tidak hadir disekolah, oleh karena anak kadang-kadang mengikuti orangtua baik untuk jangka waktu lama maupun untuk jangka waktu tertentu saja.

Kedua, ketidak hadiran yang bersumber dari peserta didik itu sendiri antara lain:

1.      Lupa tidak bersekolah.
2.      Immorality atau moralnya tidak baik.
3.      Terjadi perkelahian antara peserta didik .
4.      Sakit yang tidak diketahui kapan sembuhnya.
5.      Anggota kelompok peserta didik yang suka membolos.
6.      Prestasinya rendah.

Ketiga, ketidak hadiran yang bersumber dari sekolah, adapun sumber-sumber penyebab ketidak hadiran pserta didik disekolah yang bersumber dari lingkungan sekolah adalah sebagai berikut:
1.      Lokasi sekolah yang kurang menyenangkan.
2.      Program sekolah yang tidak efektif.
3.      Terlalu sedikit peserta didik yang masuk.
4.      Biaya sekolah yang terlalu mahal.
5.      Transportasi sekolah yang tidak memadai.
6.      Kurangnya fasilitas sekolah.
7.      Kurangnya bimbingan dari guru baik secara individual maupun secara kelompok.
8.      Program yang ditawarkan oleh sekolah kepada peserta didik tidak menarik.
9.      Suasana sekolah yang tidak kondusif.

Keempat, ketidakhadiran yang bersumber dari masyarakat.
Kehadiran yang bersumber dari faktor masyarakat adalah:
1.      Terjadinya peledakan penduduk.
Ketidak hadiran disini terutama berkaitan dengan terbatasnya sumber-sumber yang dapat dipergunakan oleh untuk hadir di sekolah.
2.      Keadaan genting di masyarakat.
Kegawatan-kegawatan yang terjadi pada masyarakat antara lain bisa menjadi penyebab peserta didik hadir di sekolah. Tl terutama jika hal demikian menakutkan bagi peserta didik.
3.      Kemacetan jalan.
Kemacetan demikian terutama terjadi di kota-kota besar yang padat arus kendaraannya. Padatnya arus kendaraan ini erat kaitannya dengan tidak seimbangnya antara rasio jalan dengan jumlah kendaraan yang ada. Sementara banyaknya jumlah kendaraan, berkaitan erat dengan tingginya daya beli masyarakat di satu pihak dan banyaknya permintaan penduduk terhadap sarana transportasi. Hal demikian akan kerasa pada kota-kota padat penduduk
4.      Adanya pemogokan masal.
Pemogokan masal bisa terjadi pada para pekerja dan bisa terjadi pada peserta. Solidaritas yang berbentuk pemogokan ini bisa menjadikan peserta didik tidak mau hadir ke sekolah.
5.      Adanya peperangan.
Di negara dimana kondisi politiknya menghangat tidak jarang diwarnai oleh peperangan, baik peperangan satu negara dengan negara lain atau antar masyarakat disuatu negara. Perebutan kekuasaan disuatu negara sering diwarnai oleh peperangan. Pada saat demikian peserta didik tidak hadir ke sekolah, karena alasan keamanan.

C.     Pendekatan peningkatan kehadiran peserta didik
Menurut Imron (1995:65) usaha-usaha yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kehadiran peserta didik di sekolah adalah dengan melihat kasus per kasus. Sebab antara pserta didik satu dengan yang lain mempunyai masalah yang berbeda. Dengan demikian upaya secara masal untuk meningkatkan peserta didik dapat dilakukan dengan meperhatikan sumber-sumber penyebab ketidakhadiran peserta didik disekolah seperti: perbaikan lingkungan rumah, perbaikan lingkungan sekolah, perbaikan diri peserta didik sendiri dan perbaikan lingkungan masyarakat.
a.     Perbaikan lingkungan rumah
Usaha-usaha yang dapat dilakukan berkaitan dengan perbaikan lingkungan rumah dalam rangka meningkatkan kehadiran peserta didik di sekolah sebagai berikut:
1.      Mengantar peserta didik ke sekolah tepat pada waktunya. Hal demikian dapat dilakukan juga oleh orang tua pada kelas-kelas awal sekolah dasar.
2.      Peserta didik diberi pekerjaan tertentu dan memerintahkan dia untuk mengumpulkannya  ke sekolah.
3.      Orang tua berusaha memantau waktu tidur anaknya agar yang bersangkutan tidur tepat waktu sehingga dapat bangun tepat waktu juga.
4.      Mengupayakan agar peserta didik memahami sedalam mungkin mengenai tata tertib sekolah.
b.      Perbaikan kondisi sekolah
Usaha-usaha yang dapat dilakukan berkenaan dengan perbaikan kondisi sekolah adalah sebagai berikut:
1.      Menggunakan tata tertib sekolah sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan kehadiran peserta didik di sekolah. Peserta didik yang melanggar tata tertib sekolah bisa diberi sangsi sesuai dengan yang ditentuan dan disepakati oleh peserta didik.
2.      Memberikan pengertian kepada peserta didik akan arti pentingnya kehadiran mereka.
3.      Menjadikan kehadiran peserta didik di sekolah sebagai prasyarat untuk mengikuti ujian, atau menjadikan kehadiran peserta didik sebagai bagian dari perhitungan nilai ujian disekolah.
4.      Memperbaiki kondisi sekolah agar dipersepsei oleh peserta didik sangat menarik.
5.      Memperlibatkan guru secara aktif dalam upaya peningkatan kehadiran peserta didik.
6.      Selalu mempresensi peserta didik pada awal masuk kelas, baik pada jam-jam pertama maupun pada saat jam-jam setelah istirahat atau pergantian jam. Mereka yang tidak ada pada jam-jam tertentu dicatat dalam buku absensi dan digolongkan sebagai peserta didik yang tidak masuk.
c.     Perbaikan terhadap peserta didik sendiri
Perbaikan terhadap peserta didik sendiri sangat penting oleh karena yang mentukan hadir tidaknya peserta didik yang dilakukan dapat saja secara preventif, kuratif, dan preservatif, yang melakukan tentu saja sekolah, keluarga, dan masyarakat. Sebab, jika ketiga wahana ini sama-sama berusaha dengan bahasa dan gerak yang sama maka kehadiran peserta didik disekolah dapat ditingkatkan.
d.    Perbaikan terhadap kondisi masyarakat
Perbaikan demikian dapat dilakukan manakah ada kerjasama yang erat antara sekolah dengan masyarakat. Jika sekolah tersebut memang didirikan untuk masyarakat maka semestinyalah masyarakat juga mendukung terhadap keberlangsungan sekolah. Dukungan tersebut dapat diwujudkan dalam bentuk mendukung upaya sekolah untuk meningkatkan keshadiran peserta didik disekolah.

D.    Catatan kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik
Peserta didik yang hadir disekolah hendaknya dicatat oleh guru dalam buku presensi. Sementara peserta didik yang tidak masuk dicatat pada buku absensi. Dengan demikian presensi adalah daftar kehadiran  peserta didik, semntara absensi adalah buku daftar ketidakhadiran peserta didik. Begitu jam pertama sudah dinyatakan masuk serta para peserta didik masuk kelas guru mempresensi pserta didiknya satu persatu. Selain agar mengenal satu persatu pserta didiknya guru akan tahu siapa-siapa diantara pserta didiknya yang masuk sekolah dan tidak masuk sekolah. Demikian juga pada jam-jam berikutnya setelah istirahat guru perlu mempresensi kembali, barangkali ada pserta didik yang pulang sebelum waktunya.
 

0 komentar:

Posting Komentar