KEHADIRAN DAN KETIDAK HADIRAN PESERTA DIDIK
A. Pengertian kehadiran dan ketidak
hadiran
Menurut
Imron (1995:59) kehadiran peserta didik di sekolah (school attandence) adalah kehadiran dan keikutsertaan peserta didik
secara fisik dan mental terhadap aktivitas sekolah pada jam-jam efektif sekolah.
Sedangkan ketidak hadiran adalah ketiadaan partisispasi secara fisik peserta
didik terhadap kegiatan-kegiatan sekolah.
Pada
jam-jam efektif sekolah peserta didik memang harus berada di sekolah. Kalau
tidak ada di sekolah. Jika tidak datang ke sekolah haruslah memberikan
keterangan yang sah serta diketahui oleh orang tua dan wali. Hal ini sangat
penting oleh karena ada insiden-insiden seperti: peserta didik menyatakan
kepada orang tua atau wali bahwa ia
berangkat ke sekolah, tetapi ternyata tidak hadir disekolah.
Menurut dijelaskan bahwa kehadiran merupakan suatu yang
penting dalam proses manajemen peserta didik itu sendiri karena dalam kehadiran
pula siswa bisa dilihat bagaimana perkembagan dalam belajar.
1.
Kehadiran dalam
proses belajar mengajar
a.
Pengertian
kehadiran.
Kehadiran
peserta didik dalam kelas biasa disebut dengan istilah presensi. Kehadiran dan
ketidakhadiran peserta didik dianggap sebagai hal yang sangat penting. Karena
kehadiran dan ketidakhadiran peserta didik dapat memengaruhi prestasi belajar
peserta didik. Kehadiran peserta didik adalah keikutsertaan peserta didik
secara fisik dan mental terhadap aktivitas sekolah pada jam-jam efektif di
sekolah.
b.
Pembagian
kehadiran.
Kehadiran
peserta didik dibagi menjadi tiga yaitu:
1)
Alpa :
ketidakhadiran tanpa keterangan yang jelas, dengan alasan yang tidak dapat
dipertanggungjawabkan.
2)
Ijin:
ketidakhadiran dengan keterangan dan alasan tertentu yang bisa dipertanggungjawabkan,
biasanya disertai surat pemberitahuan dari orang tua.
3)
Sakit:
ketidakhadiran dengan alasan gangguan kesehatan, biasanya disertai surat
pemberitahuan dari orangtua atau surat keterangan sakit dari dokter.
Kehadiran peserta didik dalam tingkat kelas
merupakan tanggungjawab wali kelas. Sehingga wali kelas harus dapat
bertanggungjawab mengenai data kehadiran peserta didik secara akurat. Wali
kelas juga dituntut untuk dapat menyajikan laporan kehadiran peserta didik
dalam bentuk tabel atau grafik guna memantau perkembangan kehadiran peserta
didik. Namun, kehadiran peserta didik dalam tingkat sekolah biasanya menjadi
tanggungjawab wakasek kesiswaan. Sama hal nya dengan wali kelas wakasek
kesiswaan juga memiliki peran untuk bertanggungjawab dalam mendata kehadiran
peserta didik secara akurat, serta dapat menyajikannya dalam bentuk tabel atau
grafik.
Informasi tentang rekapitulasi kehadiran peserta
didik sangat diperlukan guna memantau perkembangan masing-masing peserta didik
dan juga berguna bagi sekolah untuk memberikan bimbingan kepada peserta didik
yang mengalami kesulitan dalam hadir ke sekolah. Selain itu rekapitulasi yang
nantinya akan disampaikan oleh sekolah kepada masing-masing orangtua peserta
didik juga dapat berguna bagi orangtua untuk selalu memantau anaknya.
c. Tujuan kehadiran
Tujuan
kehadiran peserta didik ke sekolah menurut E. Mulyasa antara lain:
1)Untuk mengembangkan bakat dan pengalaman belajar.
2)Untuk menjalin komunikasi antara guru dan siswa
serta sesama siswa.
3)Untuk mempelajari dan memahami pesan yang
disampaikan guru dikelas.
4)Untuk membentuk sikap dan sifat demokrasi siswa.
5)Untuk
mengembangkan bakat dan potensi yang dimiliki siswa.
B. Sebab –sebab ketidakhadiran peserta
didik
Menurut
Imron (1995:60) ada banyak sumber penyebab ketidakhadiran peserta didik
disekolah. Pertama, ketidak hadiran yang bersumber dari lingkungan keluarga.
Ada kalanya suatu keluarga mendukung terhadap kehadiran peserta didik disekolah
dan ada kalanya tidak mendukung. Bahkan dapat juga terjadi bahwa keluarga
justru menjadi perintang bagi peseta didik untuk hadir disekolah. Pemecahan
atas ketidakhadiran pserta didik yang bersumber dari keluarga demikian tentulah
lebih ditujukan pada langkah-langkah kuratif bagi keluarga.
Ada banyak penyebab
peserta didik tidak dapat hadir ke sekolah. Baik faktor dari diri sendiri
(faktor internal) dan yang berasal dari luar (faktor eksternal). Contoh dari
faktor internal yaitu karena persepsi tentang kehadiran, disiplin diri, dan
motivasi belajar yang rendah. Contoh faktor internal yaitu lingkungan sekolah
dan pergaulan yang kurang kondusif. Lingkungan keluarga merupakan salah satu
faktor eksternal yang mungkin bisa menyebabkan ketidakhadiran siswa di sekolah.
Usaha guru untuk meningkatkan kehadiran siswa.
Terdapat beberapa
program sekolah yang dapat digunakan untuk menanggulangi maraknya peserta didik
yang membolos. Diantaranya dengan cara memanggil orangtua dari peserta didik
tersebut dan memberikan pemahaman kepada orangtua peserta didik bahwa yang
bertanggungjawab terhadap peserta didik bukan hanya pihak sekolah saja tetapi
harus ada juga pertanggungjawaban dari orangtua. Lalu siswa yang sering
membolos bisa diberi buku absensi khusus, yang harus dilaporkan kepada wali kelas
masing-masing. Absensi khusus ini berupa buku wajib lapor yang diberikan kepada
siswa yang sudah benar-benar keterlaluan. Dan diharapkan dengan program-program
tersebut dapat memberikan efek jera kepada peserta didik agar tidak suka
membolos lagi.
Secara umum ada tiga upaya yang harus dilakukan oleh
guru pembimbing untuk meningkatkan kehadiran peserta didik, yaitu:
1.
Guru pembimbing
hendaknya memberikan motivasi kepada peserta didik. Motivasi yang diberikan
guru pembimbing tentang pentingnya kehadiran dalam proses pembelajaran serta
psikis akan berdampak positif terhadap pemikiran dan sikap siswa, sehingga
tujuan pembelajaran akan tercapai.
2.
Guru pembimbing
hendaklah menerapkan sistem reward
bagi siswa yang tingkat kehadirannya tinggi dan punishment bagi siswa yang tingkat kehadirannya rendah. Hal ini
diharapkan menjadi sebuah support
bagi siswa untuk senantiasa meningkatkan kehadirannya dan perbuatan preventif
(pencegahan) bagi siswa yang kurang kehadirannya.
3.
Guru pembimbing
hendaknya mengupayakan adanya hubungan kerjasama yang baik dengan orangtua
siswa baik melalui surat atau sms. Sehingga kepedulian terhadap kemajuan
belajar siswa termasuk kehadiranya bukanlah mutlak tugas guru semata tetapi
juga pengawasan dari orangtua.
Ketidakhadiran
yang disebabkan atau bersumber dari keluarga adalah sebagai berikut:
1. Kedua
orang tuanya baik ayah tau ibu bekerja. Hal demikian bisa terjadi mengingat
disamping peserta didik tersebut tidak mendapatkan pengawasan keluarga, juga
bisa jadi yang bersangkutan memang disuruh menjaga rumah oleh kedua
orangtuanya.
2. Ada
kegiatan keagamaan dirumah. Kegiatan keagamaan demikian terutama pada masyarakat yang religius bisa menjadikan
penyebab peserta didik tidak hadir disekolah.
3. Ada
persoalan dilingkungan keluarga. Meskipun masalah tersebut tidak bersangkut
paut dengan pserta didik umumnya juga mempengaruhi jiwa peserta didik. Misalnya
adanya pertengkaran antara ayah dan ibu, bisa menjadikan penyebab bagi pserta
didik untuk tidak hadir.
4. Ada
kegiatan darurat di rumah. Kegiatan yang sifatnya darurat , lazim memaksa anak
untuk turut menyelesaikan sesegera mungkin. Hal demikian bisa menjadikan pserta
didik tidak hadir di sekolah.
5. Adanya
keluarga, family atau handai taulan yang pindah rumah. Ini seringkali
menjadikan peserta didik untuk turut serta membantu serta mengadirinya. Tidak
jarang pindah rumah demikian bersamaan dengan hari dan atau jam sekolah. Pindah
rumah memang tidak mempertimbangkan aspek peserta didik sedang bersekolah atau
tidak.
6. Ada
kematian. Kematian didalam keluarga umumnya membawa duka bagi anak. Oleh karena
dukanya tersebut anak kemudian tidak hadir di sekolah.
7. Letak
rumah yang jauh dari sekolah. Hal demikian tidak jarang menjadikan pserta didik
malas untuk hadir ke sekolah.
8. Ada
keluarga yang sakit. Pada saat salah seorang anggota keluarga ada yang sakit
tidak jarang peserta didik untuk menunggu atau merawatnya, sehingga menjadi
penyebab peserta didik tidak bersekolah.
9. Baju
seragam yang tidak ada lagi. Ini diamlami oleh mereka yang secara ekonomi
mememang lemah. Tidak seragam ke sekolah dihawatirkan mendapat sangsi umumnya
pserta didik memilih tidak hadir ke sekolah.
10. Kekurangan
makanan yang sehat. Ini terjadi pada peserta didik yang berada pada kantong
kemiskinan.
11. Ikut
orang tua berlibur. Hari libur kerja orang tua yang tidak bersamaan dengan hari
libur sekolah bisa memberikan peluang bagi tidak hadirnya peserta didik ke
sekolah.
12. Orang
tua pindah tempat kerja. Orang tua yang pindah tempat kerja bisa menyebabkan
anak tidak hadir disekolah, oleh karena anak kadang-kadang mengikuti orangtua
baik untuk jangka waktu lama maupun untuk jangka waktu tertentu saja.
Kedua,
ketidak hadiran yang bersumber dari peserta didik itu sendiri antara lain:
1. Lupa
tidak bersekolah.
2. Immorality
atau moralnya tidak baik.
3. Terjadi
perkelahian antara peserta didik .
4. Sakit
yang tidak diketahui kapan sembuhnya.
5. Anggota
kelompok peserta didik yang suka membolos.
6. Prestasinya
rendah.
Ketiga, ketidak hadiran
yang bersumber dari sekolah, adapun sumber-sumber penyebab ketidak hadiran
pserta didik disekolah yang bersumber dari lingkungan sekolah adalah sebagai
berikut:
1. Lokasi
sekolah yang kurang menyenangkan.
2. Program
sekolah yang tidak efektif.
3. Terlalu
sedikit peserta didik yang masuk.
4. Biaya
sekolah yang terlalu mahal.
5. Transportasi
sekolah yang tidak memadai.
6. Kurangnya
fasilitas sekolah.
7. Kurangnya
bimbingan dari guru baik secara individual maupun secara kelompok.
8. Program
yang ditawarkan oleh sekolah kepada peserta didik tidak menarik.
9. Suasana
sekolah yang tidak kondusif.
Keempat,
ketidakhadiran yang bersumber dari masyarakat.
Kehadiran
yang bersumber dari faktor masyarakat adalah:
1. Terjadinya
peledakan penduduk.
Ketidak hadiran disini
terutama berkaitan dengan terbatasnya sumber-sumber yang dapat dipergunakan
oleh untuk hadir di sekolah.
2. Keadaan
genting di masyarakat.
Kegawatan-kegawatan
yang terjadi pada masyarakat antara lain bisa menjadi penyebab peserta didik
hadir di sekolah. Tl terutama jika hal demikian menakutkan bagi peserta didik.
3. Kemacetan
jalan.
Kemacetan demikian
terutama terjadi di kota-kota besar yang padat arus kendaraannya. Padatnya arus
kendaraan ini erat kaitannya dengan tidak seimbangnya antara rasio jalan dengan
jumlah kendaraan yang ada. Sementara banyaknya jumlah kendaraan, berkaitan erat
dengan tingginya daya beli masyarakat di satu pihak dan banyaknya permintaan
penduduk terhadap sarana transportasi. Hal demikian akan kerasa pada kota-kota
padat penduduk
4. Adanya
pemogokan masal.
Pemogokan masal bisa
terjadi pada para pekerja dan bisa terjadi pada peserta. Solidaritas yang
berbentuk pemogokan ini bisa menjadikan peserta didik tidak mau hadir ke
sekolah.
5. Adanya
peperangan.
Di negara dimana
kondisi politiknya menghangat tidak jarang diwarnai oleh peperangan, baik
peperangan satu negara dengan negara lain atau antar masyarakat disuatu negara.
Perebutan kekuasaan disuatu negara sering diwarnai oleh peperangan. Pada saat
demikian peserta didik tidak hadir ke sekolah, karena alasan keamanan.
C. Pendekatan peningkatan kehadiran
peserta didik
Menurut Imron (1995:65) usaha-usaha
yang dapat dilakukan untuk meningkatkan kehadiran peserta didik di sekolah
adalah dengan melihat kasus per kasus. Sebab antara pserta didik satu dengan
yang lain mempunyai masalah yang berbeda. Dengan demikian upaya secara masal
untuk meningkatkan peserta didik dapat dilakukan dengan meperhatikan
sumber-sumber penyebab ketidakhadiran peserta didik disekolah seperti:
perbaikan lingkungan rumah, perbaikan lingkungan sekolah, perbaikan diri
peserta didik sendiri dan perbaikan lingkungan masyarakat.
a. Perbaikan
lingkungan rumah
Usaha-usaha yang dapat
dilakukan berkaitan dengan perbaikan lingkungan rumah dalam rangka meningkatkan
kehadiran peserta didik di sekolah sebagai berikut:
1. Mengantar
peserta didik ke sekolah tepat pada waktunya. Hal demikian dapat dilakukan juga
oleh orang tua pada kelas-kelas awal sekolah dasar.
2. Peserta
didik diberi pekerjaan tertentu dan memerintahkan dia untuk
mengumpulkannya ke sekolah.
3. Orang
tua berusaha memantau waktu tidur anaknya agar yang bersangkutan tidur tepat
waktu sehingga dapat bangun tepat waktu juga.
4. Mengupayakan
agar peserta didik memahami sedalam mungkin mengenai tata tertib sekolah.
b. Perbaikan
kondisi sekolah
Usaha-usaha yang dapat
dilakukan berkenaan dengan perbaikan kondisi sekolah adalah sebagai berikut:
1. Menggunakan
tata tertib sekolah sebagai salah satu pendekatan untuk meningkatkan kehadiran
peserta didik di sekolah. Peserta didik yang melanggar tata tertib sekolah bisa
diberi sangsi sesuai dengan yang ditentuan dan disepakati oleh peserta didik.
2. Memberikan
pengertian kepada peserta didik akan arti pentingnya kehadiran mereka.
3. Menjadikan
kehadiran peserta didik di sekolah sebagai prasyarat untuk mengikuti ujian,
atau menjadikan kehadiran peserta didik sebagai bagian dari perhitungan nilai
ujian disekolah.
4. Memperbaiki
kondisi sekolah agar dipersepsei oleh peserta didik sangat menarik.
5. Memperlibatkan
guru secara aktif dalam upaya peningkatan kehadiran peserta didik.
6. Selalu
mempresensi peserta didik pada awal masuk kelas, baik pada jam-jam pertama
maupun pada saat jam-jam setelah istirahat atau pergantian jam. Mereka yang
tidak ada pada jam-jam tertentu dicatat dalam buku absensi dan digolongkan
sebagai peserta didik yang tidak masuk.
c. Perbaikan
terhadap peserta didik sendiri
Perbaikan terhadap
peserta didik sendiri sangat penting oleh karena yang mentukan hadir tidaknya
peserta didik yang dilakukan dapat saja secara preventif, kuratif, dan
preservatif, yang melakukan tentu saja sekolah, keluarga, dan masyarakat.
Sebab, jika ketiga wahana ini sama-sama berusaha dengan bahasa dan gerak yang
sama maka kehadiran peserta didik disekolah dapat ditingkatkan.
d. Perbaikan
terhadap kondisi masyarakat
Perbaikan demikian
dapat dilakukan manakah ada kerjasama yang erat antara sekolah dengan
masyarakat. Jika sekolah tersebut memang didirikan untuk masyarakat maka semestinyalah
masyarakat juga mendukung terhadap keberlangsungan sekolah. Dukungan tersebut
dapat diwujudkan dalam bentuk mendukung upaya sekolah untuk meningkatkan
keshadiran peserta didik disekolah.
D. Catatan kehadiran dan
ketidakhadiran peserta didik
Peserta didik yang hadir disekolah
hendaknya dicatat oleh guru dalam buku presensi. Sementara peserta didik yang
tidak masuk dicatat pada buku absensi. Dengan demikian presensi adalah daftar
kehadiran peserta didik, semntara
absensi adalah buku daftar ketidakhadiran peserta didik. Begitu jam pertama
sudah dinyatakan masuk serta para peserta didik masuk kelas guru mempresensi
pserta didiknya satu persatu. Selain agar mengenal satu persatu pserta didiknya
guru akan tahu siapa-siapa diantara pserta didiknya yang masuk sekolah dan
tidak masuk sekolah. Demikian juga pada jam-jam berikutnya setelah istirahat
guru perlu mempresensi kembali, barangkali ada pserta didik yang pulang sebelum
waktunya.






0 komentar:
Posting Komentar