LAYANAN ASRAMA PENDIDIKAN
BAB I
PENDAHULUAN
Didalam bab ini akan menguraikan tentang : a) latar
belakang, b) rumusan masalah, c) tujuan penulisan.
A.
Latar
Belakang
Manajemen Layanan Khusus ini terbagi menjadi beberapa layanan salah satunya
akan dibahas di dalam makalah ini yakni tentang Layanan Asrama Pendidikan.
Asrama pendidikan merupakan tempat mendidik selain di dalam kelas karena di
dalam sebuah asrama di dalamnya banyak berisi kegiatan dan penekanan sikap dan
karakter dari peserta didik dan didalamnya juga di kelola oleh beberapa petugas
khusus yang memliliki bagian yang berbeda-beda. Dalam makalah ini akan
diuraikan apa saja bagian di dalam asrama pendidikan dan apa saja tugas yang
diemban oleh petugas atau pengurus harian. Makalah ini juga menekankan apa saja
yang menjadi hak dan kewajiban penghuni asrama pendidikan.
B.
Rumusan
Masalah
1.
Bagaimana konsep dasar asrama
pendidikan?
2.
Bagaimana tujuan, manfaat, dan
fungsi asrama pendidikan?
3.
Bagaimana prinsip layanan asrama
pendidikan?
4.
Bagaimana fasilitas fisik asrama
pendidikan?
5.
Bagaimana pengelolaan asrama
pendidikan?
C.
Tujuan Penulisan
1.
Mengetahui
konsep dasar asrama pendidikan.
2.
Mengetahui
tujuan, manfaat, dan fungsi asrama pendidikan.
3.
Mengetahui
prinsip layanan asrama pendidikan.
4.
Mengetahui
fasilitas asrama pendidikan.
5.
Mengetahui
pengelolaan asrama pendidikan.
BAB II
BAHASAN
Dalam bab ini akan diuraikan tentang: (a) Konsep dasar asrama pendidikan,
(b) Tujuan, manfaat, dan fungsi asrama pendidikan, (c) Prinsip layanan asrama
pendidikan, (d) Fasilitas asrama pendidikan, (e) Pengelolaan asrama pendidikan.
A.
Konsep Dasar Asrama Pendidikan
Asrama
biasanya berupa gedung-gedung yang berisi kamar-kamar yang ditempati oleh
penghuni di setiap kamarnya. Asrama ini baru dikenal di zaman modern ini.
Asrama biasanya diperuntukkan untuk sekolah umum yang tidak terlalu bernafaskan
islami. Sedangkan pondok diperuntukkan untuk sekolah yang bernafaskan islami
dan menerapkan penghuni menetap disitu dan mencari ilmu disitu. Ki Hajar
Dewantara juga membuat sebuah sistem amoh yakni membuat pondok asrama di
perguruan Taman Siswa yang wujudnya adalah sebuah gedung yang didalamnya berisi
peserta didik, guru, dan beserta pengurus asrama pendidikan.
Asrama pendidikan
merupakan suatu tempat penginapan untuk peserta didik. Biasanya sekolah membuat
asrama ditujukan untuk para murid yang
berprestasi tatapi tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan sekolahnya. Mereka
dibina diasrama agar bisa hidup mandiri dan dapat menghasilkan uang sendiri
dengan berwirausaha. Asrama sekolah dapat diartikan sebagai suatu tempat dimana
para siswa bertempat tinggal dalam jangka waktu yang relative tetap bersama
dengan guru sebagai pengasuhnya yang memberikan bantuan kepada para siswa
tersebut dalam proses pengembangan pribadinya melalui proses penghayatan dan
pengembangan nilai-nilai budaya. Pengembangan pribadi sendiri disesuaikan
dengan bidang atau profesi yang sedang ditempuh di sekolah yang bersangkutan
Penghuni
asrama adalah individu-individu siswa yang berasal dari latar belakang
berbeda-beda, baik dari segi pendidikan orang tua, sosial ekonomi, dan adat
istiadat. Oleh sebab itu kehidupan asrama bukan sekedar pembentukan kebiasaan
saja namun juga pembentukan nilai-nilai seperti nilai keagamaan, kebenaran,
kebersamaan, yuridis, keindahan, ekonomis, dan sebagainya.
B.
Tujuan, Manfaat, Dan Fungsi Asrama
Pendidikan
Secara umum, asrama
sekolah bertujuan untuk melatih kemandirian peserta didik serta untuk
memudahkan peserta didik belajar karena berada dalam lingkungan yang kondusif.
Tujuan khusus penyelenggaraan asrama sekolah menurut Kusmintardjo (1993) dalam
Zulkarnain (2015:113) adalah sebagai berikut.
1. Memberikan
bimbingan kepada siswa yaitu penghuni asrama sekolah serta menanamkan rasa
disiplin pada diri siswa.
2. Membiasakan
siswa untuk belajar bersama-sama dengan teman sebaya.
3. Membantu
siswa agar dapat menyesuaikan diri dalam kehidupan sosial pada lingkungan
sebayanya.
4. Membantu
siswa dalam proses pengembangan pribadinya melalui penghayatan dan pengembangan
nilai-nilai kecerdasan dan keterampilan.
5. Membantu
memberikan tempat penginapan bagi siswa yang letak rumahnya jauh dari sekolah.
Bagi peseta didik khususnya jenjang
pendidikan menengah dan perguruan tinggi terutama yang jauh dari orang tua
keberadaan asrama sangat dibutuhkan. Asrama disamping bermanfaat bagi peserta
didik juga bermanfaat bagi pendidik dan petugas asrama tersebut. Berikut
manfaat asrama bagi peserta didik.
1. Tugas
sekolah dapat dikerjakan dengan cepat dan sebaik-baiknya.
2. Sikap
dan perilaku peserta didik dapat diawasi petugas asrama dan guru.
3. Jika
diantara peserta didik ada yang mendapat kesulitan dapat dibantu oleh sesama
penghuni asrama.
4. Meringankan
kecemasan orang tua terhadap putra-putrinya.
5. Salah
satu cara mengendalikan tingkah laku negatif remaja.
Manfaat asrama bagi para pendidik atau
petugas asrama yaitu: (1) mengetahui, memahami, dan menguasai tingkah laku
peserta didik; serta (2) guru dapat dengan cepat mengontrol tugas yang
diberikan pada peserta didik.
Hakikat kehidupan asrama adalah
pembentukan nilai, maka fungsi kehidupan asrama sekolah. Disamping itu
kehidupan asrama harus bisa menjadi tempat dimana hubungan antar manusia adalah
kunci yang utama dan pengalaman belajar. Berikut ini adalah fungsi asrama
pendidikan, yaitu:
1. Mendukung
prestasi dan keberhasilan penghuni asrama pendidikan baik dalam bidang akademik
dan non-akademik
2. Sebagai
tempat untuk membangun sebuah karakter untuk penghuni asrama seperti etika,
kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, komitmen, tangguh, dan peduli terhadap
orang lain.
3. Sebagai
tempat berlatih untuk menjalani kehidupan sosial bermasyarakat.
C.
Prinsip
Layanan Asrama Pendidikan
Asrama pendidikan
merupakan salah satu layanan yang dimiliki oleh sebuah sekolah untuk menunjamg
proses pembelajaran karena dengan adanya asrama pendidikan peserta didik yang
tempat tinggalnya jauh dari sekolah dapat menjadi penghuni asrama dengan
menjadi penghuni asrama pendidikan peserta didik tidak perlu berjalan jauh
untuk ke sekolah, jarak yang dekat bisa mengefektifkan proses belajar
pembelajaran dikelas karena waktu yang diperlukan untuk masuk kelas semakin
sedikit dan peserta didik bisa tepat waktu untuk memulai pembelajaran di kelas.
Dengan demikian dikemukakan beberapa prinsip asrama pendidikan yaitu sebagai
berikut:
1. Asrama
pendidikan merupakan suatu hunian untuk peserta didik yang mengalami kendala
karena jarak ke sekolah yang jauh.
2. Pengelolaan
asrama pendidikan sehendaknya dibuat seperti kehidupan peserta didik pada saat
dirumah, akan tetapi di asrama ini penghuni diikat oleh peraturan yang dibuat
oleh pengurus asrama.
3. Asrama
hendaknya memberikan pengaruh positif kepada peserta didik untuk sikap dan
kebiasaan peserta didik.
4. Asrama
pendidikan perlu membuat tata tertib dan menyusun kegiatan yang bisa berdampak
baik bagi kehidupan penghuni asrama untuk masa depan.
5. Pengawasan
di asrama hendaknya dilakukan secara bersahabat agar penghuni asrama terbebani
jika dilakukan pengawasan setiap hari.
D.
Fasilitas
Fisik Asrama Pendidikan
Berbagai
fasilitas asrama di perlukan untuk menunjang keberhasilan dalam pengelolaan
asrama pendidikan. Berikut berbagai fasilitas asrama pendidikan.
1. Kamar
tidur yang sudah direncakan untuk diisi berapa penghuni.
2. Kamar
pakaian atau almari dalam satu ruangan yang sudah tersedia sesuai dengan jumlah
penghuni asrama pendidikan yang dibedakan dengan pemberian tanda di almari
setiap penghuni asrama.
3. Ruang
makan yang sesuai dengan penghuni asrama pendidikan.
4. Kamar
mandi yang memadai dengan jumlah penghuni asrama.
5. Kamar
belajar dan perpustakaan yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar penghuni
asrama pendidikan.
6. Tempat
mencuci yang memadai dengan jumlah penghuni asrama pendidikan.
7. Tempat
bersantai atau halaman yang luas untuk bencengkrama antar penghuni asrama.
8. Tempat
ibadah yang memadai dan di sesuaikan dengan kebutuhan penghuni asrama
pendidikan karena banyak penghuni asrama yang berlatar belakang berbeda
keyakinan.
9. Ruangan
khusus untuk penghuni asrama yang sakit.
Fasilitas
asrama harus diatur secara baik. Berikut ini beberapa hal yang perlu
dipertimbangkan dalam pengaturan sarana serta letak/lokasi ruangan asrama.
1. Kamar
mandi selalu bersih, serta saluran air buangan lancar dan terpelihara;
2. Persediaan
air cukup banyak, serta bersih dan lancar airnya;
3. WC
bersih dan tidak berbau serta letak WC sebaiknya terpisah dari kamar mandi.
4. Tempat
belajar harus terpisah dengan kamar tidur, agar situasi yang berlawanan ini
tidak saling menganggu pencapaian tujuan yang diinginkan.
5. Kamar
belajar harus tenang, penerangan baik, dan sanitasi menyenangkan
6. Ruang
makan diatur agar meja kursinya bisa digunakan dengan bebas leluasa.
7. Persediaan
makanan ditaruh di dekat meja makan agar mempermudah layanan.
8. Letak
tempat tidur dan peralatan seperti almari diatur rapi agar mudah dibersihkan.
9. Semua
penggunaan fasilitas tersebut harus dimonitor secara kontinyu.
E.
Pengelolaan
Asrama Pendidikan
Pengelolaan
asrama pendidikan meliputi planning, organizing, actuating, dan controlling.
Dimaksudkan agar pengadaan asrama dan pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik
dan efektif dalam memberikan pembinaan untuk peserta didik yang menghuni di
asrama pendidikan tersebut.
1. Planning
Termasuk dalam tahap
ini adalah aspek fisik berupa pemilihan lokasi asrama, menyiapkan lahan untuk
membangun asrama, membuat desain asrama, serta melakukan persiapan untuk
pembangunan mulai dari pembiayaan sampai dengan jangka waktu pengerjaan.
Langkah berikutnya agar dapat menjalankan asramai sesuai dengan tujuan
dibangunnya asrama maka diperlukan tenaga yang bertugas untuk mengurus asrama
tersebut dan diperlukan perekrutan tenaga kerja yang berkompeten dalam bidang
asrama pendidikan. Pengelola asrama adalah pengurus dan pelaksana asrama
sekolah dan dapat berjumalh 5-7 orang, yang terdiri dari staff sekolah, serta
diketuai oleh wakases kesiswaan. Masa kerja seorang pengurus asrama sekolah
adalah 3-5 tahun setelah lebih dari tahun itu maka perlu diadak perekrutan
tenaga asrama pendidikan yang baru. Kepengurusan asrama pendidikan sebaiknya
diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART) yang ditetapkan
oleh sekolah. Sedangkan pelaksana asrama pendidikan terdiri atas pegawai tetap
sekolah dan bertempat tinggal di asrama sekolah. Mereka dibantu oleh beberapa
pembantu pelaksana operasional yang bertugas dalam bidang keamanan dan
kebbersihan.
Secara umum tugas
pengelola asrama dibedakan menjadi empat, yaitu: (a) membuat berbagai peraturan
tentang penyelenggaraan asrama sekolah, misalnya menentukan syarat masuk
asrama, tarif biaya untuk asrama, dan sanksi; (b) menyusun anggaran belanja
untuk pengelolaan asrama setiap tahun; (c) membuat peraturan yang terkait
tentang keamanan asrama sekolah, serta (d) menyusun tentang hak-kewajiban
petugas pelaksana termasuk para pembantunya. Penyelenggaraan asrama pendidikan
membutuhkan banyak sekali biaya akan tetapi banyak cara untuk mencari dana
untuk pelaksanaan asrama pendidikan. Pertama biaya ditanggung oleh pemerintah.
Kedua biaya ditanggung seluruhnya oleh penghuni asrama. Ketiga biaya bisa
ditanggung oleh kedua belah pihak yakni pemerintah dan pengelola asrama.
Keempat pembiayaan dikeluarkan pemerintah berupa sejumlah uang sebagai ikatan
dinas kepada setiap penghuni asrama dan disesuaikan dengan keadaan dan
kebutuhan sekolah.
2. Organizing
Layanan asrama
pendidikan merupakan suatu usaha yang kompleks, sehingga di dalamnya perlu
dibentuk sebuah struktur organisasi yang bertujuan untuk mengurus asrama
pendidikan tersebut. Struktur organisasinya yang meliputi bapak atau ibu asrama
yang dibantu oleh beberapa pengawas yang dibagi menjadi beberapa regu yang
mengurusi sebuah pekerjaan tertentu. Bapak atau ibu asrama merupakan pengawas
umum yang memiliki tanggung jawab atas asrama pendidikan yang bertanggung
tentang apa saja yang akan terjadi di suatu asrama pendidikan. Seta pengawas
asrama berfungsi membantu bapak atau ibu asrama dalam menjalankan kebijaksanaan
dan mengelola asrama sekolah.
a. Pengawas
Ruang Belajar
Pengawas ini dipilih dari mereka yang
telah lama mengurusi asrama pendidikan dan bertempat tinggal di asrama terebut.
Pengawas dipilih oleh penghuni asrama dan dipilih oleh bapak atau ibu asrama.
Adapun tugasnya: mengawasi dan menjaga ketika penghuni sedang belajar agar mode
belajar mereka tetap efektif dan tidak adanya penghuni asrama yang berkeliaran;
mengawasi dan menjaga ketenangan pada saat belajar; mengawasi dan menjaga
jalannya belajar penghuni asrama agar tetap berirama dan efektif; serta
membantu jika ada penghuni asrama yang kesulitan dalam belajar.
b. Pengawas
Kamar Tidur
Pengawas kamar tidur
ini diperlukan jika dalam suatu asrama pendidikan tidak hanya ada satu kamar
akan tetapi ada banyak kamar yang disediakan untuk penghuni asrama. Adapun
tugasnya dari pengawas kamar tidur: menjaga kebersihan bilik ruangan; menjaga
ketertiban dan keteraturan perlengkapan dikamar tidur, menjaga ketenangan di
waktu penghuni asrama tidur.
c. Pengawas
Ruang Makan
Pengawas ini dibantu
oleh tim atau satu regu kerja untuk menjalankan tugas untuk melayani makan
pagi, siang, dan malam. Pengawas dipilih dari siapa yang telah lama tinggal din
asrama pendidikan tersebut. Regu dipilih dari penghuni lainnya dengan jangka
waktu tertentu. Adapun tugas dari pengawas ini: menyiapkan makanan dan minuman
dan membagi ke meja-meja makan penghuni asrama pendidikan; mengemasi alat-alat
dan sisa makanan; mengatur meja kurs dan alasnya; membersihkan ruang makan;
mencuci piring sendok dan gelas; menyimpan sisa makanan; serta mengantarkan
makanan jika ada penghuni asrama yang sakit.
d. Pengawas
Cucian Pakaian
Pengawas ini dibantu
oleh satu regu kerja. Dipilih dari penghuni yang sudah berpengalaman; dan reguy
kerja dipilih dari parapenghuni asrama dalam jangka waktu tertentu. Tugasnya:
mencatat macam dan jumlah pakaian yang akan di cucikan oleh setiap penghuni
asrama; membawa pakaian kotor untuk dicucikan oleh petugas; mengawasi
pengambilan pakaian akan terhindarkan dari maalah salah ambil pakaian; serta
mengantarkan pakaian kepada penghuni yang sedang sakit.
e. Pengawas
Kesehatan
Bertujuan untuk
menanggulangi penghuni asrama yang sakit, yang dipilih secara bergilir untuk
jangka waktu tertentu diantara para penghuni asrama. Tugasnya: membantu
penghuni asrama yang sakit berpindah tempat tidur untuk berpindah ke tempat yang
khusus digunakan untuk penghuni yang sakit; melaporkan kepada bapak ibu yang
anaknya menderita sakit di asrama; menghantarkan makanan minuman dan juga obat
kepada penghuni asrama yang sedang sakit; meminta obat dan menghantarkan obat;
melaporkan perkembangan si penderita kepada bapak ibu asrama.
f.
Pengawas dan Regu Kerja
Hiburan
Alat-alat hiburan yang
sifatnya ringan ataupun buku-buku ataupun perangkat bermain lainnya. Pengawas
dan regu kerja hiburan bertanggung jawab mengatur, menyimpan, dan merawat alat
tersebut agar tetap dapat digunakan dan awet bahkan tidak cepat rusak atau
hilang. Tidak ada salahnya jika pengawas membuat data inventaris untuk
alat-alat apa saja yang dimiliki oleh asrama pendidikan tersebut. Pengawas dan
regu kerja dipilih untuk jangka waktu saat semester atau jangka waktu tertentu.
3. Actuating
Kehidupan asrama
sekolah dikatakan baik jika memperhatikan tiga hal pokok. Pertama memberikan
kesempatan kepada penghuni asrama untuk mengembangkan bakat dan minat yang
sesuai dengan keinginannya. Kedua memberikan kesempatan yang cukup untuk para
penghuni asrama untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang
dianutnya. Ketiga memberikankesempatan yang cukup kepada asrama untuk mengikuti
pergaulan diluar asrama agar kelak penghuni asrama tidak canggung untuk bergaul
kepada masyarakat luas.
Tata tertib di sebuah
asrama pendidikan diperlukan agar penghuni asrama mengetahui dan bisa
menjalankan apa saja hak dan kewajibannya selama di hidup di asrama pendidikan
dan juga berisi tentang larangan-larang yang harus dipatuhi oleh seluruh
penghuni asrama. Tata tertib di asrama bisa menjadi dua, yaitu: tata tertib
umum yang meliputi semua aspek kegiatan dan situasi kehidupan di asrama.
Sedangkan tata tertib khusus berisi peraturan di ruang-ruang tertentu misalnya:
di ruang belajar, di ruang pakaian, di ruang makan, di ruang tidur, diluar
asrama, dan kamar mandi.
Pengalaman blajar
ditarnsformasikan dan diaktualisasikan dalam suatu pembinaan hidup di asrama
sekolah dengan bentuk kebiasaan disiplin dan tanggung jawab. Progam ini harus
menyatu dengan sikap peserta didik dan dapat disusun berdasarkan dimensi waktu
pada saat: bangun pagi, beribadah, mengatur tempat tidur serta buku-buku,
mandi, makan, belajar bersama, menerima tamu, istirahat, membersihkan asrama,
menggunakan ruang bersama, dan kreasi seni.
Tanggung jawab
dikembangkan melalui kegiatan di asrama pendidikan dengan cara pembentukan
tugas secara mandiri dan peserta berdiri sendiri atas tanggung jawab dan
pengerjaannya diberi batasan waktu dan jika melebihi waktu yang sudah
ditentukan maka akan diberikan sebuah sanksi atas keterlambatanya
tersebut. Tanggung jawab tersebut
mengandung makna multi-dimensi, yakni tanggung jawab kepada: Tuhan YME, sesama
penghuni asrama, orangtua, dan diri peserta sendiri.
4. Controlling
Peranan kepala asrama
dalam proses pengawasan ini adalah dalam proses pengukuran kinerja untuk
memperbaiki penyimpangan dengan tindakan perbaikan. Pengendalian di asrama
pendidikan juga berfungsi sebaga proses supervisi dan evaluasi yang erat
kaitannya dengan hasil yang akan dicapai di masa mendatang dengan modal apa
yang sudah didapatkan pada proses yang terlebih dahulu dilakukan. Pengawasan dilakukan dengan cara menetapkan
berbagai standar yang antara lain
meliputi: pengecekan sarana dan prasarana asrama, pemeliharaan fasilitas
asrama, supervisi terhadap kinerja staff pengelola asrama, serta monitoring
pelaksanaan tata tertiiib penghuni asrama. Pemeliharaan fasilitas dapat berupa:
perbaikan instalasi, saluran dan pembuangan air; perbaikan kamar mandi; pemeliharaan
taman; pengecatan gedung; perawatan kelistrikan; serta perbaikan dan
penggantian meuebel dan keramik.
BAB
III
PENUTUP
A.
Simpulan
Layanan
khusus asrama pendidikan ini diberian sebagai layanan untuk penunjang kelancaran proses belajar dan pembelajaran di
sekolah dan ini juga dimaksudkan untuk memudahkan guru membina dan mengawasi
setiap kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik. Disini peserta didik juga
dibekali berbagai kegiatan yang nantinya berguna untuk masa depannya. Yang
paling ditekankan di asrama ini adalah pembetukan karakter yang baik dan semua
kegiatan yang ada di asrama didasarkan pada pembentukan karakter yang sopan
santun, jujur, disiplin, tanggung jawab, dan berkomitmen dengan apa yang sudah
ditentukan olehnya. Asrama pendidikan ini dipimpin oleh bapak atau ibu asrama
yang memiliki kekuasan yang tinggi dilingkup asrama dan dalam menjalankan tugas
sehari-hari bapak atau ibu guru dibantu oleh beberapa pengurus yang bertugas di
masing-masing bagian yang memiliki kesibukan yang berbeda-beda. Fasilitas yang
ada di asrama haruslah sesuai dengan kebutuhan penghuni asrama dimaksudkan agar
penghuni asrama nyaman untuk mengembangkan kemampuan dirinya yang sesuai dengan
tujuan asrama pendidikan.
B.
Saran
Pengadaan
layanan asrama sebaiknya lebih memperhatikan lokasi, lahan, desain, dan
pembiayaan. Jika pengadaan layanan ini tidak memperhatikan hal ini maka
pembangunannya tidak akan bisa menunjang keefektifitasan dalam proses belajar
dan pembelajaran di sekolah. Dan pengurus asrama hendaknya benar-benar orang
yang sudah lama dan berpengalaman di asrama tersebut, hal ini dimaksudkan agar
pekerjaannya lebih bagus karena lebih tahu tentang asrama, jika diadakan
perekrutan pengurus baru maka pemimpin asrama lebih dulu memperkenalkan tentang
kehidupan asrama dan jika dipilih dari yang lebih lama tinggal di asrama bisa
juga untuk menghemat sumber dana yang digunakan.
DAFTAR PUSTAKA
Imron,
Ali. 2004. Manajemen Peserta Didik
Berbasis Sekolah. Malang: Universitas Negeri Malang.
Putra, Adi. Desember
2016, “Layanan Khusus Peserta Didik (Kesiswaan). Jurnal Of Islamic Education Manahement. Volume 2, 2 pp 1-5, http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/El-idare
Zulkarnain, W. 2015. Layanan Khusus Peserta Didik. Malang:
Universitas Negeri Malang.






0 komentar:
Posting Komentar