Rabu, 01 Mei 2019

LAYANAN ASRAMA PENDIDIKAN

LAYANAN ASRAMA PENDIDIKAN


BAB I
PENDAHULUAN
Didalam bab ini akan menguraikan tentang : a) latar belakang, b) rumusan masalah, c) tujuan penulisan.
      A.     Latar Belakang
Manajemen Layanan Khusus ini terbagi menjadi beberapa layanan salah satunya akan dibahas di dalam makalah ini yakni tentang Layanan Asrama Pendidikan. Asrama pendidikan merupakan tempat mendidik selain di dalam kelas karena di dalam sebuah asrama di dalamnya banyak berisi kegiatan dan penekanan sikap dan karakter dari peserta didik dan didalamnya juga di kelola oleh beberapa petugas khusus yang memliliki bagian yang berbeda-beda. Dalam makalah ini akan diuraikan apa saja bagian di dalam asrama pendidikan dan apa saja tugas yang diemban oleh petugas atau pengurus harian. Makalah ini juga menekankan apa saja yang menjadi hak dan kewajiban penghuni asrama pendidikan.
    B.     Rumusan Masalah
1.      Bagaimana konsep dasar asrama pendidikan?
2.      Bagaimana tujuan, manfaat, dan fungsi asrama pendidikan?
3.      Bagaimana prinsip layanan asrama pendidikan?
4.      Bagaimana fasilitas fisik asrama pendidikan?
5.      Bagaimana pengelolaan asrama pendidikan?
    C.     Tujuan Penulisan
1.      Mengetahui konsep dasar asrama pendidikan.
2.      Mengetahui tujuan, manfaat, dan fungsi asrama pendidikan.
3.      Mengetahui prinsip layanan asrama pendidikan.
4.      Mengetahui fasilitas asrama pendidikan.
5.      Mengetahui pengelolaan asrama pendidikan.

BAB II
BAHASAN
Dalam bab ini akan diuraikan tentang: (a) Konsep dasar asrama pendidikan, (b) Tujuan, manfaat, dan fungsi asrama pendidikan, (c) Prinsip layanan asrama pendidikan, (d) Fasilitas asrama pendidikan, (e) Pengelolaan asrama pendidikan.
A.     Konsep Dasar Asrama Pendidikan
Asrama biasanya berupa gedung-gedung yang berisi kamar-kamar yang ditempati oleh penghuni di setiap kamarnya. Asrama ini baru dikenal di zaman modern ini. Asrama biasanya diperuntukkan untuk sekolah umum yang tidak terlalu bernafaskan islami. Sedangkan pondok diperuntukkan untuk sekolah yang bernafaskan islami dan menerapkan penghuni menetap disitu dan mencari ilmu disitu. Ki Hajar Dewantara juga membuat sebuah sistem amoh yakni membuat pondok asrama di perguruan Taman Siswa yang wujudnya adalah sebuah gedung yang didalamnya berisi peserta didik, guru, dan beserta pengurus asrama pendidikan.
Asrama pendidikan merupakan suatu tempat penginapan untuk peserta didik. Biasanya sekolah membuat asrama  ditujukan untuk para murid yang berprestasi tatapi tidak mempunyai biaya untuk melanjutkan sekolahnya. Mereka dibina diasrama agar bisa hidup mandiri dan dapat menghasilkan uang sendiri dengan berwirausaha. Asrama sekolah dapat diartikan sebagai suatu tempat dimana para siswa bertempat tinggal dalam jangka waktu yang relative tetap bersama dengan guru sebagai pengasuhnya yang memberikan bantuan kepada para siswa tersebut dalam proses pengembangan pribadinya melalui proses penghayatan dan pengembangan nilai-nilai budaya. Pengembangan pribadi sendiri disesuaikan dengan bidang atau profesi yang sedang ditempuh di sekolah yang bersangkutan

Penghuni asrama adalah individu-individu siswa yang berasal dari latar belakang berbeda-beda, baik dari segi pendidikan orang tua, sosial ekonomi, dan adat istiadat. Oleh sebab itu kehidupan asrama bukan sekedar pembentukan kebiasaan saja namun juga pembentukan nilai-nilai seperti nilai keagamaan, kebenaran, kebersamaan, yuridis, keindahan, ekonomis, dan sebagainya.
B.     Tujuan, Manfaat, Dan Fungsi Asrama Pendidikan
Secara umum, asrama sekolah bertujuan untuk melatih kemandirian peserta didik serta untuk memudahkan peserta didik belajar karena berada dalam lingkungan yang kondusif. Tujuan khusus penyelenggaraan asrama sekolah menurut Kusmintardjo (1993) dalam Zulkarnain (2015:113) adalah sebagai berikut.
1.    Memberikan bimbingan kepada siswa yaitu penghuni asrama sekolah serta menanamkan rasa disiplin pada diri siswa.
2.    Membiasakan siswa untuk belajar bersama-sama dengan teman sebaya.
3.    Membantu siswa agar dapat menyesuaikan diri dalam kehidupan sosial pada lingkungan sebayanya.
4.    Membantu siswa dalam proses pengembangan pribadinya melalui penghayatan dan pengembangan nilai-nilai kecerdasan dan keterampilan.
5.    Membantu memberikan tempat penginapan bagi siswa yang letak rumahnya jauh dari sekolah.
Bagi peseta didik khususnya jenjang pendidikan menengah dan perguruan tinggi terutama yang jauh dari orang tua keberadaan asrama sangat dibutuhkan. Asrama disamping bermanfaat bagi peserta didik juga bermanfaat bagi pendidik dan petugas asrama tersebut. Berikut manfaat asrama bagi peserta didik.
1.    Tugas sekolah dapat dikerjakan dengan cepat dan sebaik-baiknya.
2.    Sikap dan perilaku peserta didik dapat diawasi petugas asrama dan guru.
3.    Jika diantara peserta didik ada yang mendapat kesulitan dapat dibantu oleh sesama penghuni asrama.
4.    Meringankan kecemasan orang tua terhadap putra-putrinya.
5.    Salah satu cara mengendalikan tingkah laku negatif remaja.
Manfaat asrama bagi para pendidik atau petugas asrama yaitu: (1) mengetahui, memahami, dan menguasai tingkah laku peserta didik; serta (2) guru dapat dengan cepat mengontrol tugas yang diberikan pada peserta didik.
Hakikat kehidupan asrama adalah pembentukan nilai, maka fungsi kehidupan asrama sekolah. Disamping itu kehidupan asrama harus bisa menjadi tempat dimana hubungan antar manusia adalah kunci yang utama dan pengalaman belajar. Berikut ini adalah fungsi asrama pendidikan, yaitu:
1.    Mendukung prestasi dan keberhasilan penghuni asrama pendidikan baik dalam bidang akademik dan non-akademik
2.    Sebagai tempat untuk membangun sebuah karakter untuk penghuni asrama seperti etika, kedisiplinan, kejujuran, tanggung jawab, komitmen, tangguh, dan peduli terhadap orang lain.
3.    Sebagai tempat berlatih untuk menjalani kehidupan sosial bermasyarakat.

      C.     Prinsip Layanan Asrama Pendidikan
Asrama pendidikan merupakan salah satu layanan yang dimiliki oleh sebuah sekolah untuk menunjamg proses pembelajaran karena dengan adanya asrama pendidikan peserta didik yang tempat tinggalnya jauh dari sekolah dapat menjadi penghuni asrama dengan menjadi penghuni asrama pendidikan peserta didik tidak perlu berjalan jauh untuk ke sekolah, jarak yang dekat bisa mengefektifkan proses belajar pembelajaran dikelas karena waktu yang diperlukan untuk masuk kelas semakin sedikit dan peserta didik bisa tepat waktu untuk memulai pembelajaran di kelas. Dengan demikian dikemukakan beberapa prinsip asrama pendidikan yaitu sebagai berikut:
1.    Asrama pendidikan merupakan suatu hunian untuk peserta didik yang mengalami kendala karena jarak ke sekolah yang jauh.
2.    Pengelolaan asrama pendidikan sehendaknya dibuat seperti kehidupan peserta didik pada saat dirumah, akan tetapi di asrama ini penghuni diikat oleh peraturan yang dibuat oleh pengurus asrama.
3.    Asrama hendaknya memberikan pengaruh positif kepada peserta didik untuk sikap dan kebiasaan peserta didik.
4.    Asrama pendidikan perlu membuat tata tertib dan menyusun kegiatan yang bisa berdampak baik bagi kehidupan penghuni asrama untuk masa depan.
5.    Pengawasan di asrama hendaknya dilakukan secara bersahabat agar penghuni asrama terbebani jika dilakukan pengawasan setiap hari.

      D.    Fasilitas Fisik Asrama Pendidikan
Berbagai fasilitas asrama di perlukan untuk menunjang keberhasilan dalam pengelolaan asrama pendidikan. Berikut berbagai fasilitas asrama pendidikan.
1.    Kamar tidur yang sudah direncakan untuk diisi berapa penghuni.
2.    Kamar pakaian atau almari dalam satu ruangan yang sudah tersedia sesuai dengan jumlah penghuni asrama pendidikan yang dibedakan dengan pemberian tanda di almari setiap penghuni asrama.
3.    Ruang makan yang sesuai dengan penghuni asrama pendidikan.
4.    Kamar mandi yang memadai dengan jumlah penghuni asrama.
5.    Kamar belajar dan perpustakaan yang disesuaikan dengan kebutuhan belajar penghuni asrama pendidikan.
6.    Tempat mencuci yang memadai dengan jumlah penghuni asrama pendidikan.
7.    Tempat bersantai atau halaman yang luas untuk bencengkrama antar penghuni asrama.
8.    Tempat ibadah yang memadai dan di sesuaikan dengan kebutuhan penghuni asrama pendidikan karena banyak penghuni asrama yang berlatar belakang berbeda keyakinan.
9.    Ruangan khusus untuk penghuni asrama yang sakit.
Fasilitas asrama harus diatur secara baik. Berikut ini beberapa hal yang perlu dipertimbangkan dalam pengaturan sarana serta letak/lokasi ruangan asrama.
1.    Kamar mandi selalu bersih, serta saluran air buangan lancar dan terpelihara;
2.    Persediaan air cukup banyak, serta bersih dan lancar airnya;
3.    WC bersih dan tidak berbau serta letak WC sebaiknya terpisah dari kamar mandi.
4.    Tempat belajar harus terpisah dengan kamar tidur, agar situasi yang berlawanan ini tidak saling menganggu pencapaian tujuan yang diinginkan.
5.    Kamar belajar harus tenang, penerangan baik, dan sanitasi menyenangkan
6.    Ruang makan diatur agar meja kursinya bisa digunakan dengan bebas leluasa.
7.    Persediaan makanan ditaruh di dekat meja makan agar mempermudah layanan.
8.    Letak tempat tidur dan peralatan seperti almari diatur rapi agar mudah dibersihkan.
9.    Semua penggunaan fasilitas tersebut harus dimonitor secara kontinyu.

      E.     Pengelolaan Asrama Pendidikan
Pengelolaan asrama pendidikan meliputi planning, organizing, actuating, dan controlling. Dimaksudkan agar pengadaan asrama dan pelaksanaannya bisa berjalan dengan baik dan efektif dalam memberikan pembinaan untuk peserta didik yang menghuni di asrama pendidikan tersebut.
1.      Planning
Termasuk dalam tahap ini adalah aspek fisik berupa pemilihan lokasi asrama, menyiapkan lahan untuk membangun asrama, membuat desain asrama, serta melakukan persiapan untuk pembangunan mulai dari pembiayaan sampai dengan jangka waktu pengerjaan. Langkah berikutnya agar dapat menjalankan asramai sesuai dengan tujuan dibangunnya asrama maka diperlukan tenaga yang bertugas untuk mengurus asrama tersebut dan diperlukan perekrutan tenaga kerja yang berkompeten dalam bidang asrama pendidikan. Pengelola asrama adalah pengurus dan pelaksana asrama sekolah dan dapat berjumalh 5-7 orang, yang terdiri dari staff sekolah, serta diketuai oleh wakases kesiswaan. Masa kerja seorang pengurus asrama sekolah adalah 3-5 tahun setelah lebih dari tahun itu maka perlu diadak perekrutan tenaga asrama pendidikan yang baru. Kepengurusan asrama pendidikan sebaiknya diatur dalam anggaran dasar dan anggaran rumah tangga (AD-ART) yang ditetapkan oleh sekolah. Sedangkan pelaksana asrama pendidikan terdiri atas pegawai tetap sekolah dan bertempat tinggal di asrama sekolah. Mereka dibantu oleh beberapa pembantu pelaksana operasional yang bertugas dalam bidang keamanan dan kebbersihan.
Secara umum tugas pengelola asrama dibedakan menjadi empat, yaitu: (a) membuat berbagai peraturan tentang penyelenggaraan asrama sekolah, misalnya menentukan syarat masuk asrama, tarif biaya untuk asrama, dan sanksi; (b) menyusun anggaran belanja untuk pengelolaan asrama setiap tahun; (c) membuat peraturan yang terkait tentang keamanan asrama sekolah, serta (d) menyusun tentang hak-kewajiban petugas pelaksana termasuk para pembantunya. Penyelenggaraan asrama pendidikan membutuhkan banyak sekali biaya akan tetapi banyak cara untuk mencari dana untuk pelaksanaan asrama pendidikan. Pertama biaya ditanggung oleh pemerintah. Kedua biaya ditanggung seluruhnya oleh penghuni asrama. Ketiga biaya bisa ditanggung oleh kedua belah pihak yakni pemerintah dan pengelola asrama. Keempat pembiayaan dikeluarkan pemerintah berupa sejumlah uang sebagai ikatan dinas kepada setiap penghuni asrama dan disesuaikan dengan keadaan dan kebutuhan sekolah.
2.      Organizing
Layanan asrama pendidikan merupakan suatu usaha yang kompleks, sehingga di dalamnya perlu dibentuk sebuah struktur organisasi yang bertujuan untuk mengurus asrama pendidikan tersebut. Struktur organisasinya yang meliputi bapak atau ibu asrama yang dibantu oleh beberapa pengawas yang dibagi menjadi beberapa regu yang mengurusi sebuah pekerjaan tertentu. Bapak atau ibu asrama merupakan pengawas umum yang memiliki tanggung jawab atas asrama pendidikan yang bertanggung tentang apa saja yang akan terjadi di suatu asrama pendidikan. Seta pengawas asrama berfungsi membantu bapak atau ibu asrama dalam menjalankan kebijaksanaan dan mengelola asrama sekolah.
a.       Pengawas Ruang Belajar
Pengawas ini dipilih dari mereka yang telah lama mengurusi asrama pendidikan dan bertempat tinggal di asrama terebut. Pengawas dipilih oleh penghuni asrama dan dipilih oleh bapak atau ibu asrama. Adapun tugasnya: mengawasi dan menjaga ketika penghuni sedang belajar agar mode belajar mereka tetap efektif dan tidak adanya penghuni asrama yang berkeliaran; mengawasi dan menjaga ketenangan pada saat belajar; mengawasi dan menjaga jalannya belajar penghuni asrama agar tetap berirama dan efektif; serta membantu jika ada penghuni asrama yang kesulitan dalam belajar.
b.      Pengawas Kamar Tidur
Pengawas kamar tidur ini diperlukan jika dalam suatu asrama pendidikan tidak hanya ada satu kamar akan tetapi ada banyak kamar yang disediakan untuk penghuni asrama. Adapun tugasnya dari pengawas kamar tidur: menjaga kebersihan bilik ruangan; menjaga ketertiban dan keteraturan perlengkapan dikamar tidur, menjaga ketenangan di waktu penghuni asrama tidur.
c.       Pengawas Ruang Makan
Pengawas ini dibantu oleh tim atau satu regu kerja untuk menjalankan tugas untuk melayani makan pagi, siang, dan malam. Pengawas dipilih dari siapa yang telah lama tinggal din asrama pendidikan tersebut. Regu dipilih dari penghuni lainnya dengan jangka waktu tertentu. Adapun tugas dari pengawas ini: menyiapkan makanan dan minuman dan membagi ke meja-meja makan penghuni asrama pendidikan; mengemasi alat-alat dan sisa makanan; mengatur meja kurs dan alasnya; membersihkan ruang makan; mencuci piring sendok dan gelas; menyimpan sisa makanan; serta mengantarkan makanan jika ada penghuni asrama yang sakit.
d.      Pengawas Cucian Pakaian
Pengawas ini dibantu oleh satu regu kerja. Dipilih dari penghuni yang sudah berpengalaman; dan reguy kerja dipilih dari parapenghuni asrama dalam jangka waktu tertentu. Tugasnya: mencatat macam dan jumlah pakaian yang akan di cucikan oleh setiap penghuni asrama; membawa pakaian kotor untuk dicucikan oleh petugas; mengawasi pengambilan pakaian akan terhindarkan dari maalah salah ambil pakaian; serta mengantarkan pakaian kepada penghuni yang sedang sakit.
e.      Pengawas Kesehatan
Bertujuan untuk menanggulangi penghuni asrama yang sakit, yang dipilih secara bergilir untuk jangka waktu tertentu diantara para penghuni asrama. Tugasnya: membantu penghuni asrama yang sakit berpindah tempat tidur untuk berpindah ke tempat yang khusus digunakan untuk penghuni yang sakit; melaporkan kepada bapak ibu yang anaknya menderita sakit di asrama; menghantarkan makanan minuman dan juga obat kepada penghuni asrama yang sedang sakit; meminta obat dan menghantarkan obat; melaporkan perkembangan si penderita kepada bapak ibu asrama.
f.        Pengawas dan Regu Kerja Hiburan
Alat-alat hiburan yang sifatnya ringan ataupun buku-buku ataupun perangkat bermain lainnya. Pengawas dan regu kerja hiburan bertanggung jawab mengatur, menyimpan, dan merawat alat tersebut agar tetap dapat digunakan dan awet bahkan tidak cepat rusak atau hilang. Tidak ada salahnya jika pengawas membuat data inventaris untuk alat-alat apa saja yang dimiliki oleh asrama pendidikan tersebut. Pengawas dan regu kerja dipilih untuk jangka waktu saat semester atau jangka waktu tertentu.
3.      Actuating
Kehidupan asrama sekolah dikatakan baik jika memperhatikan tiga hal pokok. Pertama memberikan kesempatan kepada penghuni asrama untuk mengembangkan bakat dan minat yang sesuai dengan keinginannya. Kedua memberikan kesempatan yang cukup untuk para penghuni asrama untuk beribadah sesuai dengan agama dan kepercayaan yang dianutnya. Ketiga memberikankesempatan yang cukup kepada asrama untuk mengikuti pergaulan diluar asrama agar kelak penghuni asrama tidak canggung untuk bergaul kepada masyarakat luas.
Tata tertib di sebuah asrama pendidikan diperlukan agar penghuni asrama mengetahui dan bisa menjalankan apa saja hak dan kewajibannya selama di hidup di asrama pendidikan dan juga berisi tentang larangan-larang yang harus dipatuhi oleh seluruh penghuni asrama. Tata tertib di asrama bisa menjadi dua, yaitu: tata tertib umum yang meliputi semua aspek kegiatan dan situasi kehidupan di asrama. Sedangkan tata tertib khusus berisi peraturan di ruang-ruang tertentu misalnya: di ruang belajar, di ruang pakaian, di ruang makan, di ruang tidur, diluar asrama, dan kamar mandi.
Pengalaman blajar ditarnsformasikan dan diaktualisasikan dalam suatu pembinaan hidup di asrama sekolah dengan bentuk kebiasaan disiplin dan tanggung jawab. Progam ini harus menyatu dengan sikap peserta didik dan dapat disusun berdasarkan dimensi waktu pada saat: bangun pagi, beribadah, mengatur tempat tidur serta buku-buku, mandi, makan, belajar bersama, menerima tamu, istirahat, membersihkan asrama, menggunakan ruang bersama, dan kreasi seni.
Tanggung jawab dikembangkan melalui kegiatan di asrama pendidikan dengan cara pembentukan tugas secara mandiri dan peserta berdiri sendiri atas tanggung jawab dan pengerjaannya diberi batasan waktu dan jika melebihi waktu yang sudah ditentukan maka akan diberikan sebuah sanksi atas keterlambatanya tersebut.  Tanggung jawab tersebut mengandung makna multi-dimensi, yakni tanggung jawab kepada: Tuhan YME, sesama penghuni asrama, orangtua, dan diri peserta sendiri.
4.      Controlling
Peranan kepala asrama dalam proses pengawasan ini adalah dalam proses pengukuran kinerja untuk memperbaiki penyimpangan dengan tindakan perbaikan. Pengendalian di asrama pendidikan juga berfungsi sebaga proses supervisi dan evaluasi yang erat kaitannya dengan hasil yang akan dicapai di masa mendatang dengan modal apa yang sudah didapatkan pada proses yang terlebih dahulu dilakukan.  Pengawasan dilakukan dengan cara menetapkan berbagai standar  yang antara lain meliputi: pengecekan sarana dan prasarana asrama, pemeliharaan fasilitas asrama, supervisi terhadap kinerja staff pengelola asrama, serta monitoring pelaksanaan tata tertiiib penghuni asrama. Pemeliharaan fasilitas dapat berupa: perbaikan instalasi, saluran dan pembuangan air; perbaikan kamar mandi; pemeliharaan taman; pengecatan gedung; perawatan kelistrikan; serta perbaikan dan penggantian meuebel dan keramik.
 
BAB III
PENUTUP 
       A.      Simpulan
        Layanan khusus asrama pendidikan ini diberian sebagai layanan untuk penunjang kelancaran proses belajar dan pembelajaran di sekolah dan ini juga dimaksudkan untuk memudahkan guru membina dan mengawasi setiap kegiatan yang dilakukan oleh peserta didik. Disini peserta didik juga dibekali berbagai kegiatan yang nantinya berguna untuk masa depannya. Yang paling ditekankan di asrama ini adalah pembetukan karakter yang baik dan semua kegiatan yang ada di asrama didasarkan pada pembentukan karakter yang sopan santun, jujur, disiplin, tanggung jawab, dan berkomitmen dengan apa yang sudah ditentukan olehnya. Asrama pendidikan ini dipimpin oleh bapak atau ibu asrama yang memiliki kekuasan yang tinggi dilingkup asrama dan dalam menjalankan tugas sehari-hari bapak atau ibu guru dibantu oleh beberapa pengurus yang bertugas di masing-masing bagian yang memiliki kesibukan yang berbeda-beda. Fasilitas yang ada di asrama haruslah sesuai dengan kebutuhan penghuni asrama dimaksudkan agar penghuni asrama nyaman untuk mengembangkan kemampuan dirinya yang sesuai dengan tujuan asrama pendidikan.
 
      B.      Saran
Pengadaan layanan asrama sebaiknya lebih memperhatikan lokasi, lahan, desain, dan pembiayaan. Jika pengadaan layanan ini tidak memperhatikan hal ini maka pembangunannya tidak akan bisa menunjang keefektifitasan dalam proses belajar dan pembelajaran di sekolah. Dan pengurus asrama hendaknya benar-benar orang yang sudah lama dan berpengalaman di asrama tersebut, hal ini dimaksudkan agar pekerjaannya lebih bagus karena lebih tahu tentang asrama, jika diadakan perekrutan pengurus baru maka pemimpin asrama lebih dulu memperkenalkan tentang kehidupan asrama dan jika dipilih dari yang lebih lama tinggal di asrama bisa juga untuk menghemat sumber dana yang digunakan.


DAFTAR PUSTAKA
Imron, Ali. 2004. Manajemen Peserta Didik Berbasis Sekolah. Malang: Universitas Negeri Malang.
Putra, Adi. Desember 2016, “Layanan Khusus Peserta Didik (Kesiswaan). Jurnal Of Islamic Education Manahement. Volume 2, 2 pp 1-5, http://jurnal.radenfatah.ac.id/index.php/El-idare
Zulkarnain, W. 2015. Layanan Khusus Peserta Didik. Malang: Universitas Negeri Malang.

0 komentar:

Posting Komentar